PROGRAM BEASISWA: Sekolah Kewirausahaan Monash Institute (SOKUMI)

Mokhamad Abdul Aziz
0

 Latar Belakang:
1.      Nabi Muhammad adalah seorang pengusaha yang tidak hanya kaya, tetapi bahkan kaya raya. Beliau telah berwirausaha sejak usia belia dengan ikut kafilah bersama pamannya ke berbagai negara. Beliau membayar mahar untuk memperistri Khadijah dengan jumlah yang untuk ukuran sangatlah besar, yakni 20 ekor unta berbulu merah. Dengan mempertimbangkan fungsi unta saat itu adalah kendaraan, maka unta bisa disamakan dengan mobil, atau setidaknya motor. Bayangkan seorang calon suami memberikan mahar kepada calon istri sebanyak 20 mobil atau setidaknya 20 motor. Nabi Muhammad kemudian menggunakan harta kekayaannya itu, dan Khadijah juga demikian, untuk berjihad menyebarkan agama Allah hingga meninggal dalam keadaan tidak memiliki apa-apa. Bahkan baju perangnya tergadai.
2.      Mayoritas penduduk Indonesia (80%) adalah muslim.
3.      Dalam aspek ekonomi, umat Islam Indonesia terpinggirkan. Setiap 10 pengusaha besar di Indonesia, hanya ada 1 orang pengusaha muslim. Umat mayoritas, ternyata menjadi minoritas dalam konteks kekuatan ekonomi. Padahal, kekuatan ekonomi sangat berpengaruh dalam kehidupan sosial dan juga bahkan politik.
4.      Belum banyak umat Islam yang menyadari tentang pentingnya penguasaan aspek ekonomi. Padahal, al-Qur’an seringkali menyebut jihad  dengan harta dan jiwa. Apabila umat Islam lemah secara ekonomi, maka umat Islam tidak akan memiliki kekuatan besar untuk berjihad.
5.      Belum banyak pengusaha muslim yang memahami dengan komprehensif panduan Islam yang terdapat dalam al-Qur’an dan sunnah. Karena itu, menghafalkan al-Qur’an merupakan jalan strategis untuk menuju ke sana.
Tujuan:
1.     Melahirkan pengusaha-pengusaha belia muslim yang memiliki pemahaman keislaman yang kuat dan komprehensif.
2.     Melahirkan muslim pelopor yang memiliki kesadaran nasionalisme untuk menyelamatkan Indonesia dari pihak-pihak asing yang telah menguasai aset-aset negara.
Target:
1.      Membeli kembali Indonesia.
2.      Mewujudkan Indonesia yang adil dan makmur, sehingga menjadi protitipe baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur.
Syarat dan Ketentuan Menjadi Peserta SOKUMI:
Syarat:
1.      Warga Negara Indonesia beragama Islam. Dibuktikan dengan KTP asli.
2.      Lulus SMU/sederajat, dibuktikan dengan ijasah atau Surat Bukti Lulus.
3.      Usia maksimal 19 tahun.
4.      Lancar membaca al-Qur’an dan bersedia menghafalkan al-Qur’an.
5.      Tidak merokok.
6.      Sehat lahir batin.

Ketentuan:
1.      Bersedia melanjutkan kuliah di UI Jakarta, UIN Semarang, atau STEBANK Islam Mr. Sjafruddin Prawiranegara.
2.      Bersedia dikirim ke /ditempatkan di mana pun untuk mengikuti program-program pelatihan dan praktik kewirausahaan.
3.      Sanggup menghafalkan al-Qur’an (30 juz) dalam waktu 10 bulan di bawah pembinaan mentor yang telah  ditunjuk dengan metode yang telah ditentukan.

Materi SOKUMI:
No.
Materi
Pemateri
Keterangan
1.
Orientasi Program SOKUMI
Dr. Mohammad Nasih
Di Kampus STEBANK Jakarta/Asrama Monash Institute
2.
Perspektif tentang Kewirausahaan: Memulai Wirausaha dari Nol.
1.      Sutrisno Bachir (Mantan Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia [HIPMI])
2.      Bahlil Lahadilia (Ketua Umum HIPMI)
Di rumah  Bpk. SB atau BL.
3.
Praktik Kewirausahaan
Mentor MI
Di Ngaliyan, Semarang dan Mlagen, Rembang.

1.      Menguasai hulu sampai hilir pertanian: tebu, pembuatan gula merah, dll.



2.      Beternak Sapi dan Kambing dengan pakan fermentasi



3.      Budidaya Lele dengan pakan fermentasi



4.      Menanam dan memasarkan produk-produk pertanian organik: kangkung, bayam, dll.



5.      Membangun sinergi usaha


4.
Menghafalkan al-Qur’an

Setiap hari dengan target min 2 halaman/hari.
5.
Bimbingan Masuk Perguruan Tinggi
Mentor MI sesuai dengan perguruan tinggi pilihan.
Diselenggarakan 2 bulan sebelum waktu ujian masuk perguruan tinggi negeri.





Waktu Pendaftaran:
Waktu pendaftaran setiap hari pada jam kerja paling lambat tanggal 30 Agustus 2015.
Tags

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
5/related/default