![]() |
| Oleh : Liya Rahmawati* |
Matematika
merupakan ilmu pengetahuan yang menjadi sumber dari cabang berbagai ilmu
pengetahuan lain. Tanpa ada matematika dunia tidak akan canggih seperti
sekarang ini. Dalam matematika menuntut kebenaran yang bersifat mutlak.
Sehingga ada sesuatu anggapan bahwa matematika merupakan ilmu yang tidak boleh
dipelajari karena kemutlakannya itu. Karena kemutlakan itu hanya Allah tuhan
semesta alam saja yang memilikinya.
Berbicara matematika, pasti tidaka
akan lepas dari kata sulit bagi sebagian orang. Yang jika sudah mendengar kata
matematika tersebut sudah enggan untuk mempelajarinya. Entah karena guru yang
mengajarkannya terlalu killer sehingga siswa menjadi malas atau karena
dalam konsep pembelajarannya tidak ada kaitannya dengan kehidupan sehari-hari.
Sehingga tidak menimbulkan ketertarikan unuk mempelajarinya. Padahal, jika
ditelusuri lebih lanjut dalam kehidupan sehari-hari tidak akan lepas dengan
matematika. Sehingga pembelajaran matematika di Indonesia yang bersifat
prosedural bisa dirombak dengan pembelajaran yang lebih realistik. Sebagai
upaya untuk meningkatkan daya saing.
Kondisi negara sekarang ini yang
mengalami demoralisasi seperti banyaknya kasus-kasus korupsi, narkoba/miras,
pembunuhan, pemerkosaan, kerusuhan, kekerasan, tindakan anarki, kebohongan
publik, merosotnya sopan santun. Serta sumber daya manusia yang rendah dan juga
rendahnya etos kerja. Merupakan hal- hal yang menyebabkan daya saing Indonesia
rendah. Apakah bangsa Indonesia tak berdaya? Tidak beradab? Ataupun tidak baik?
Padahal sudah jelas tertera dalam sila pertama dan sila kedua. Sila pertama Ketuhanan
yang maha esa, sila kedua kemanusiaan yang adil dan beradab.
Konsep pembelajaran yan ada di
Indonesia seharusnya mendukung pendidikan karakter dan pengembangan ketrampilan
hidup. Pada konsep pembelajaran di Indonesia hanya diajarkan bagaimana cara
tidak diajarkan mengapa. Sehingga menjadikan manusia pengguna saja, bukan
manusai pencipta-pencipta teknologi. Telah dijelaskan diatas bahwa matematika
merupakan sumber bagi ilmu pengetahuan yang lain. Tidak akan menjadi seperti
sekarang ini dunia tanpa matematika. Karena dalam setiap tindakan tidak
terlepas dari matematika.
Kegiatan matematika banyak berubah
sejak tahun 1950-an. Kajian maematika semakin luas. Sehingga menyebabkan
kebingungan pendidikan Indonesia dan masih menggunakan konsep prosedural.
Sehingga sebagian siswa tidak mengetahui makna mempelajari matematika sendiri.
Dan hal tersebut menimbulkan keengganan tersendiri untuk mempelajarinya.
Padahal matematika merupakan ilmu yang sangat erat kaitannya dengan pembentukan
karakter. Karena karakter merupakan hal yang urgen untuk penigkatan sumber daya
manusia di Indonesia yang masih sangat rendah. Sehingga memerlukan
karakter-karakter kuat untuk membuat bangsa indonesia jaya.
Dalam
pembelajaran matematika harus diidentifikasi masalah agar pembeajarannya dapat
bermakna untuk khidupan sehari-hari. Identifikasi masalah pertama, karena
matematika dikenal sebagai pelajaran yang sangat sulit untuk berbicara tentang
sesuatu diluar matematika, kedua pendidikan matematika hanya melakukan sdikit
untuk menyiapakan murid terjun pada realita dunia. Sehingga dalam pembelajaran
matematika memerlukan pembelajaran yang critical thinking and problem
solving. Mengajarakan siswa berfikir matematis dan mampu menyelesaikan
masalah dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam kehidupan berbangsa dan
bernegara, memerlukan warga yang taat azaz dan konsistensi. Dalam matematika
sebenarnya kalau perhatikan juga terdapat pembelajaran yang taat azaz dan
konsistensi. Dalam aksioma terdapat
makna yang mendalam tentang pancasila. Dan bisa dikatakan pancasila dan ruhnya
adalah mateatika. Dan oang yang benar-memahami makna tersirat dari aksioma maka
perilakunya tidak akan melenceng dari nila-nilai yang ada dalam pancasila.
Materi aritmatika jam mengajarkan kita untuk toleransi, barisan dan bilangan
mengajarkan ketekunan dan kedisiplinan, materi persamaan linear mengajarkan
berbuat adil. Materi-materi tersebut hanya sebagian contoh makna-makna yang
terkandung didalamnya. Sangat perlu memperdayakan matematika untuk mencapai
kejayaan bangsa. Yang memiliki SDM yang mempunyai karakter.
*Mahasiswa Pendidikan Matematika UIN Walisongo Semarang

