Mushafahah, Seremoni Pasca Lebaran ‘Id al-Fithr

Monash Media
0


Monash-media.com, Semarang – Keluarga Besar Monash Institute adakan tradisi mushafahah  pasca lebaran ‘id al-fithr. Tradisi ini diramaikan oleh disciples mulai angkatan 2011-2019 yang berlangsung di Aula Utama Monash Institute, Rabu (12/6).
Sebelum mushafahah, pengasuh, presiden, dan perwakilan disciples putra dan putri menyambut kedatangan disciples. Mereka juga memberikan beberapa nasehat yang perlu diperhatikan oleh seluruh disciples.
Mokhamad Abdul Aziz, Direktur Eksekutif  Monash Institute menyampaikan urgensi menjaga komunikasi kepada pengasuh. Misal, disciples bertemu kepada pengasuh dan  memohon maaf secara langsung. Namun, kalau jarak menjadi kendala untuk melakukan itu, maka disciples bisa mengucapkan melalui media sosial.
 “Taqaba Allahu minnaa wa minkum, shiyaamanaa wa shiyaamakum, wa ja’alnaa min al-‘aaidziina wa al-faa’idziina,” tuturnya.
Menurut Mohammad Nasih, Pengasuh Monash Institute, seseorang itu harus memiliki kualitas yang bagus. Pertama, ia harus memiliki kapasitas intelektual yang oke, dan yang kedua, ia berani mengkomunikasikan apa yang ada di kepala, tidak takut dalam menyampaikan argumentasi.
Ia juga menambahkan, seseorang itu perlu memahami dan menyampaikan sesuatu dengan bahasa yang baik dan benar.  Orang sukses sekarang bisa dilihat dari caranya berkomunikasi dengan banyak orang. Ia juga menyampaikan bahwa ucapan saat hari raya dari disciples untuk pengasuh  dianggap sebagai salah satu akhlak santri guna menjaga komunikasi.
“Kita itu harus menjadi ilmuwan muslim yang pintar dan benar, kalau sudah begitu, akhlak akan baik. Lima menit pertama, orang melihat pakaian, selanjutnya isi perkataan, berpakaian cukup yang sederhana. Sebab, itu menunjukkan isi kepala,” pungkasnya. (Red/Atikah N.A.F.)



Tags

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
5/related/default