Sukses Menerbitkan Buku Biografi Abana, Kini Dibentuk Panitia Pembangunan "Monash Library"

Monash Media
0
Rapat pembentukan panitia pembangunan perpustakaan Monash Institute, Ahad (05/04)
Gedung pusat kegiatan Disciples Monash Institute, Omah Tahfidh (OT) kini tampak usang. Walau masih berdiri kokoh, namun dindingnya sudah nampak bercak-bercak kusam akibat kurang terawat. Selain itu, terlihat pemandangan kurang enak dilihat, yakni pemisah di antara OT yang hanya berbahan kain hitam.
Sudah sejak lama bangunan ini tidak tampak sebagai pusat kegiatan Disciples, khususnya Disciples putra. Kini, Gedung tersebut seolah-olah beralih fungsi menjadi tempat menetralkan rasa kantuk dan juga lelah. Bahkan terlihat di pojokan gedung baju-baju terbengkalai begitu saja.
Direktur eksekutif Monash Institute Mokhamad Abdul Aziz mengatakan, sebagai upaya untuk mengembalikan fungsi gedung OT maka dibentuklah kepanitiaan renovasi gedung OT yang bertajuk “Panitia Pembangunan Perpustakaan Monash Institute” pada Ahad, (05/04).
“Kita akan memulai suatu proyek besar yakni membuat OT kembali berfungsi sebagai pusat kegiatan Disciples yang produktif. Mengembangkannya sebagai pusat wacana dan dialektika. Tentu dengan style milenial yang akrab dengan dunia digital. Rencananya akan diberi nama Monash Corner. Bisa dikatakan revitalisasi ya,” kata Aziz.
Lebih lanjut, Aziz mengungkapkan, untuk perenovasian OT dan perbaikan gedung lantai satu ini dibutuhkan dana kurang lebih 10 juta. Dana itu berasal dari iuran disciples, donatur, dan juga RAHMI (Rumah Harta Monash Institute). Program ini adalah lanjutan dari program menerbitkan biografi Abana yang telah sukses dilaksanakan.
"Alhamdulillah, kemarin kita telah sukses menerbitkan biografi Abana. Itu adalah kerja kolosal yang luar biasa dari segenap keluarga besar Monash Institute. Karena itu, komitmen ini perlu dijaga dan pertahankan. Ini adalah kelanjutan dari itu semua," pungkasnya.
Mengetahui akan ada banyak perubahan pasca renovasi, pemerintah Monash Institute dan sejumlah pengusaha Monash Institute mendukung penuh. Terutama soal pengembalian fungsi OT sebagai pusat pembelajaran.Menurut Atikah, Presiden Monash Institute, keresahan akan gedung OT sudah lama di sampaikan pada Gubernur OT.
“Menyikapi apa yang Pak Aziz sampaikan, ini adalah suatu gebrakan yang bagus. Sebab memang keresahan terjadinya penyalahgunaan fungsi OT sudah lama kami rapatkan di internal pemerintahan. Kemarin juga ada pihak senior yang menawarkan bukunya agar dikelola oleh perpus Monash Institute,” Jelasnya.
Jali Abdul Qodir, konsultan bangunan sekaligus control quality dalam perencanaan renovasi gedung OT ini juga mengungkapkan, rencananya, OT akan dibuat menjadi perpustakaan yang unik, menarik, dan indah dilihat. Setiap dinding akan dihiasi dengan rak-rak buku dan juga hiasan-hiasan lainnya. Sehingga orang akan tertarik untuk belajar dan membaca buku di Monash Corner ini.
“Nanti gedung ini akan direnovasi dan dibuat seindah mungkin. Sehingga kalau ada yang berminat berfoto seperti wisuda, tidak perlu memasang hiasan kembali karena memang sudah didesain se indah mungkin,” kata Jali.
Kini, kegiatan revitaliasi gedung tersebut sudah mulai terlihat. Tampak beberapa tim sudah melakukan tugasnya. Desain Monash Corner juga sudah tersebar di group-group Whatsapp Monash Institute. (Red/Husein)
Tags

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
5/related/default