Monash-Media,- Semarang, (6/7) Kemenketan siap adakan pembuatan
padi hidroganik di kebun Monash Institute. Kebutuhan pangan sangat dibutuhkan
oleh seluruh manusia khususnya makanan pokok. Makanan pokok orang Indonesia
yaitu nasi.
Rumah perkaderan Monash Institute tidak hanya
mengajarkan disciples untuk mandiri secara intelektual saja tetapi mandiri
secara pangan. Untuk mewujudkan swasembada pangan, setiap disciples diwajibkan
untuk menanam dan merawat tanaman sampai panen.
Setelah melihat lahan yang tidak memungkinkan untuk
ditanamai padi, akhirnya Menketan berinisiatif untuk membuat padi hidoganik
seperti yang telah dilakukan Pak Basiri yang diunggah youtube.
Menurut Aditia Firmansyah Menteri Perkebunan MI,
padi hidroganik ini sangat membantu kami untuk mewujudkan swasembada pangan
karena tidak membutuhkan banyak lahan, lebih efektif dan efisien.
"Padi Hidroganik sangat efektif dan efisien
untuk menanam padi, karena tidak membutuhkan banyak lahan." Ungkapnya.
Alat yang dibutuhkan cukup dengan aqua/botol bekas,
bibit padi, tanah, dan peralon yang sudah dilubangi. Kami memanfaatkan
barang-aqua/botol bekas yang ada untuk diisi tanah dan bisa ditanam padi agar
lebih efisien.
"Aqua atau Botol bekas akan kami manfaatkan
sebagai media untuk menanam padi agar lebih efisien. " ujar Halimah, Wakil
Menteri I Perkebunan MI
Menketan juga berpesan kepada seluruh disciples
untuk mengumpulkan dan memanfaatkan aqua/botol bekas yang ada disekeliling
kita.
"Kami berharap kepada teman-teman untuk
mengumpulkan aqua/botol bekas yang ada disekeliling kita untuk bisa
dimanfaatkan. Pungkasnya, Algazela Wakil Menteri II Perkebunan MI.
Read : AF

