Semarang, Rabu (29/05) - Ketua Partai Sains Islam (PSI), Eden, terlibat dalam kontroversi setelah diduga memaksa beberapa anggota partai lain untuk bergabung dengan PSI. Kejadian ini terjadi di Monasmuda Institute dan menjadi sorotan di kalangan civitas akademika.
Aisyah, seorang anggota Partai Disciple Intelektual Monasmuda Institute (PDI-MI), mengungkapkan bahwa dirinya termasuk di antara yang didesak oleh Eden. "Saya sudah menolak tegas permintaan Eden untuk bergabung dengan PSI. Saya merasa tindakan tersebut tidak etis dan mengganggu kebebasan berorganisasi," kata Aisyah.
Insiden ini diduga terjadi ketika Eden mengadakan pertemuan informal di salah satu ruang di Monasmuda Institute. Beberapa saksi mata yang hadir mengaku melihat Eden berbicara dengan nada memaksa kepada sejumlah anggota partai lain, mencoba meyakinkan mereka untuk meninggalkan partai mereka dan bergabung dengan PSI.
Tindakan Eden ini memicu reaksi keras dari berbagai pihak, termasuk anggota PDI-MI dan organisasi lain di Monasmuda Institute. Mereka menganggap bahwa memaksa seseorang untuk bergabung dengan partai tertentu adalah pelanggaran terhadap prinsip demokrasi dan kebebasan berpendapat.
"Kami mengecam keras tindakan yang dilakukan oleh Eden. Setiap anggota partai memiliki hak untuk memilih dan berafiliasi dengan partai yang sesuai dengan prinsip dan nilai-nilai mereka. Tidak boleh ada paksaan dalam hal ini," ujar seorang juru bicara dari PDI-MI.

