Proses pengolahan kotoran kambing menjadi pupuk dilakukan dengan metode yang terstruktur dan bertanggung jawab, sesuai dengan prinsip-prinsip keberlanjutan dan konservasi lingkungan. Tujuan utamanya adalah agar disciples Monasmuda Institute memiliki sumber pupuk sendiri yang dapat digunakan untuk meningkatkan produktivitas tanaman.
Kukuh, salah satu pengurus Menakbun, menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari komitmen Monasmuda Institute dalam praktik ramah lingkungan. "Dengan mengubah kotoran kambing menjadi pupuk, kami berharap dapat mendukung pertanian berkelanjutan dan menjaga kelestarian lingkungan," ujarnya.
Azim menambahkan bahwa partisipasi aktif disciples dalam kegiatan ini mencerminkan semangat gotong royong dan kesadaran lingkungan yang tinggi di kalangan mahasiswa Monasmuda Institute. "Pupuk hasil olahan ini juga menjadi salah satu langkah untuk memperkuat kemandirian disciples dalam mendukung produktivitas tanaman," tambahnya.
Dengan demikian, kegiatan mengolah kotoran kambing menjadi pupuk bukan hanya bertujuan sebagai upaya konkrit untuk menciptakan lingkungan Monasmuda Institute yang berkelanjutan dan produktif.

