Semarang, Selasa (01/10) Sosialisasi partai politik yang diadakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Monasmuda Institute pada Selasa malam berlangsung kondusif, meskipun sempat memanas saat sesi tanya jawab dengan partai SM-ZAKI. Acara yang dimulai tepat pukul 20.00 tersebut dihadiri oleh berbagai perwakilan partai, yang masing-masing memperkenalkan visi, misi, serta jargonnya. Namun, partai SM-ZAKI menonjol karena tidak memiliki jargon kampanye.
Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan informasi kepada partai-partai terkait peraturan pemilihan dan tata cara kampanye di Monasmuda Institute. Semua partai yang hadir memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperjelas posisi mereka, kecuali partai SM-ZAKI yang terkesan tidak memberikan visi dan misi yang relevan dengan konteks Monasmuda Institute.
Ketegangan terjadi ketika salah satu peserta mempertanyakan relevansi visi dan misi partai SM-ZAKI. “Mengapa visi dan misi yang disampaikan seolah tidak terkait dengan Monasmuda Institute? Jika ingin berkembang, visi misi harus relevan dengan kebutuhan kita di sini terlebih dahulu, baru bisa lebih luas,” ungkap salah satu penanya dengan nada tegas. Pertanyaan tersebut memicu diskusi yang semakin intens.
Sayangnya, jawaban dari ketua partai SM-ZAKI kurang memadai, karena waktu yang dialokasikan untuk sesi mereka sudah hampir habis. Sang ketua mencoba menjelaskan bahwa visi partai mereka bersifat umum dan akan disesuaikan dengan kebutuhan lokal. Namun, penjelasan ini dianggap kurang jelas oleh beberapa peserta yang merasa bahwa isu relevansi ini belum sepenuhnya dijawab.
“Saya kira partai SM-ZAKI harus lebih jelas dalam menghubungkan visi mereka dengan kondisi spesifik di Monasmuda Institute. Waktu yang terbatas membuat kami tidak mendapatkan penjelasan yang cukup,” ujar seorang peserta lainnya yang enggan disebutkan namanya.
Meski demikian, acara tetap berlangsung dengan tertib hingga selesai, dan para peserta berharap bahwa diskusi semacam ini bisa terus dilakukan untuk meningkatkan transparansi serta mendorong partai-partai politik agar lebih memperhatikan kepentingan lokal. KPU Monasmuda Institute belum memberikan tanggapan resmi terkait situasi ini, namun diharapkan mereka dapat melakukan evaluasi untuk memperbaiki acara di masa mendatang.

