Gunakan WeChat, Anggotanya Pekerja Hingga Mahasiswa

Monash Media
0
Hidayaturrohmah (DOKUMEN PRIBADI)

RADARSEMARANG.COM – Hidayaturrohmah adalah alumnus S1 UIN Walisongo Semarang. Saat ini, dia kuliah S2 di China sambil berdakwah. Seperti apa?
MUHAMMAD ISMAIL LUTFI
GADIS kelahiran 1991 ini memiliki semangat yang tinggi dalam belajar. Hidayaturrohmah masih tercatat sebagai mahasiswi  Pacasarjana UIN Walisongo jurusan Ekonomi Syariah. Sebelumnya ia mengambil S1 jurusan Aqidah Filsafat (AF) Fakultas Ushuluddin dan Humaniora UIN Walisongo. Semasa kuliah S1, ia sudah mendapatkan gelar Al-Hafidzoh.
“Sejak semester satu saya belajar Alquran, hingga pada saat akan diwisuda saya telah berhasil menghafalkan 30 juz Alquran,” ujar mahasiswi asal Prawoto, Pati ini kepada Jawa Pos Radar Semarang.
Setelah menyelesaikan studi S1, Hidayah –sapaan akrabnya–langsung mendaftarkan diri ke jenjang S2 Pascasarjana UIN Walisongo. Karena orang tua ideologisnya selalu menasihati Hidayah untuk selalu belajar dan menempuh pendidikan setinggi mungkin, hal itulah yang menjadikannya semangat dalam kuliah.
“Bapak pondok saya selalu berkata bahwa kamu harus selalu belajar dan belajar, dari situlah saya terpacu untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi,” ujar alumni Pondok Darul Iman wa Taqwa (PDIT) ini.
Namun setengah perjalanan di Pascasarjana UIN Walisongo atau baru semester 2 menjelang 3, ia terpaksa pindah kampus, karena diperintahkan oleh pengasuh pondoknya, Dr Mohammad Nasih untuk meneruskan S2 di China jurusan Sistem Ekonomi. Kebetulan Hidayah mendapat tawaran beasiswa.
“Awalnya, saya enggan untuk pindah ke China, dan memilih untuk S2 di UIN Walisongo. Tapi karena yang memerintahkan bapak saya, dan saat itu penawarannya adalah kampus terbaik, jadi saya bersedia untuk meneruskan S2 di China,” tutur mahasiswi Jilin University China ini.
Dalam menjalani studinya, Hidayah mempunyai motivasi yang kuat, sehingga bisa tetap semangat untuk studi di luar Indonesia. Ia mempunyai tekad untuk berdakwah di luar negeri. “Motivasi terbesar saya adalah ingin berdakwah di luar negeri, Alhamdulillah saat ini saya sudah memulainya. Sekarang sudah mempunyai mahasiswa binaan, mulai jenjang S1 hingga S2. Mereka rata-rata berasal dari Indonesia, Turki, dan para pekerja di Tiongkok,” ujar putri pasangan Abdul Syukur dan Sulami ini.
Ia menuturkan, dalam berdakwah, ia lebih menggunakan media internet sebagai sarana untuk bisa menghubungkan antar mahasiswa yang ingin belajar bersama. Persoalan ini disebabkan oleh adanya perbedaan wilayah tempat tinggal. Bahkan ada yang berbeda provinsi. “Kami berdakwah menggunakan WeChat setiap pukul 22.00. Satu per satu mereka mulai belajar dengan saya. Selain itu ada yang hanya belajar seminggu sekali, karena mereka adalah para pekerja di Tiongok,” papar putri keempat dari tujuh bersaudara ini.
Sekarang Hidayah sudah mendirikan Tashida Quranic Centre, yakni komunitas yang mengakomodasi  orang-orang belajar dan menghafalkan Alquran.
Hidayah mengatakan, saat ini mendapat beasiswa kuliah di China tak terlalui sulit. “Saya sudah membuktikan bahwa mendapatkan beasiswa kuliah di luar negeri itu mudah kok,” katanya. (*/aro)
Hidayaturrohmah, Alumnus UIN Walisongo yang Berdakwah di China

27 Januari 2018

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
5/related/default