Disciples 2016 Berkarya, Bukan Sekadar Menulis Buku

Monash Media
0
www.monash-media.com/Istimewa

Ratusan Disciples Monash Institute Semarang (MIS) dan puluhan tamu undangan pada hari Rabu (23/5) berpartisipasi aktif dalam acara launching buku “Membangun Karakter Kepemimpinan Bangsa” karya Direktur Eksekutif Monash Institute Mokhamad Abdul Aziz bersama dengan Disciples MIS 2016.
Acara  dimulai dengan buka bersama di Omah Tahfidz Monash Institute bersama tamu undangan, kemudian dilanjutkan Shalat Magrib berjama’ah di Pondok Pesantren Darul Qalam MI. Acara khataman al-Qur’an menjadi agenda bersama sambil menunggu Shalat Isya’ dan Tarawih berjama’ah. Kemudian pembukaan acara peluncuran buku yang dibuka oleh Direktur Monash Institute Semarang, Ustadz Muhammad Abu Nadlir di halaman pondok Darul Qalam.
Dalam acara ini, penulis buku Membangun Karakter Kepemimpinan Bangsa yang berjumah 18 orang beserta Pak Aziz menyebutkan pesan dan kesan ketika menulis buku tersebut. Beberapa diantaranya yaitu Abdurrahman Syafrianto, Amalia Nabilah, Dewi Nur Latifah, Diah Inarotul Ulya, Ihsan Hanafi, Khanifatul Azizah, Kodrat Alamsyah, Kuni Chalimah, Laily Nur Faizah, Lina Zuliani, M Wisnu Abdul Qodir, Nur Isniani Setianingrum, Rizka Alifah, Sofia Laila Alghofariyah, Susan Venia, Tika Mutiani, Triana Sri Hartati dan Uli Maghfiroh.
“Menulis adalah hal baru bagi saya. Inilah yang menjadi kendala sekaligus tantangan dalam penerbitan buku ini. Namun karena dorogan teman-temanku, saya paksa diri untuk terus berjuang belajar menulis,” ungkap Azizah saat menyampaikan kesan dan pesannya.
Buku karya team 2016 ini, tidak lepas dari pemikiran pendiri sekaligus guru besar Monash Institute Semarang,  Dr. Mohammad Nasih. Judul buku tersbut diambil dari jargon atau tujuan dari Monash Institute itu sendiri, yakni “Membangun Karakter Kepemimpinan Bangsa”.
“Saya bukan anak siapa-siapa, bapak dan ibu saya bekerja sebagai petani di rumah. Salah satu langkah agar saya bisa dikenal orang  ya melalui tulisan. Inilah yang memotivasi saya untuk menulis,” Ujar Lina, gadis usia 20 tahun asal Demak.
Buku Membangun Karakter Kepemimpinan Bangsa dirancang pada tahun lalu, namun karena ada beberapa kendala sehingga menyebabkan sekitar enam bulan terhambat diterbitkan.
“Kala date line pengumpulan tulisan, labtop dan Hp saya raib diambil orang. Sedih dan rasa bersalah karena ini buku ditunda untuk diterbitkan. Tapi atas dorongan dan dukungan dari Bang Aziz dan teman-teman, akhirnya selesai juga,” Ujar Rizka, gadis kelahiran Kebumen.
Suasana Launching buku "Membangun karakter Kepemimpinan Bangsa" karya Mokhamad Abdul Aziz dkk.
Selain itu, dana menjadi kendala bagi team penulis dalam mencetak buku tersebut, karena mereka berkomitmen untuk tidak meminta kepada orang tua. “Sembari menunggu tulisan teman-teman terkumpul, kami sampatkan berjualan gorengan, pakaian, minuman dan snak di Simpang Lima. Namun tidak ada satu jam berjualan, kami dipaksa pergi satpol PP,” cerita Diah Inarotul Ulya saat menyampaikan kesannya.
“Selain itu, kami juga sempat berjualan bakso di depan rumah Abah, namun hasil yang kami dapat tidak sebanding dengan pengeluaran. Kami mengalami kerugian. Semangat kebersamaan yang kemudian menguatkan langkah kami dan akhirnya berhasil kami petik tuahnya,” pungkasnya.
Ucap terima kasih kepada mentor kelas Jurnalistik (Studi Islam) tak henti-hentinya diungkapkan setiap penulis di hadapan audiens. Rasa syukur karena kesabaran dan ketelatenan dalam membagi pengalaman dan membimbing sehingga terbit buku ini.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Monash Institute yang sekaligus pembimbing kelas yang menghasilkan buku tersebut mengapresiasi kerja keras Disciples 2016. "Kalau mendengarkan hal yang disampaikan teman-teman tadi, rasanya begitu luar biasa ya. Bukan sekedar menulis buku, tampaknya. Ada kebersamaan, ada perjuangan, ada pengorbanan, dan ada komitmen yang berpadu dalam satu tautan yang menghidupkan. Tapi ingat, jangan puas dengan sekadar ini," ujar Aziz disambut tepuk tangan hadirin.
“Sebelum buku ini, saya telah menerbitkan buku Membangun Umat dan Bangsa, Korupsi dan Ancaman Demokrasi, dan beberapa artikel di jurnal, sehingga terasa cukup biasa. Namun, buku ini menjadi berkesan karena harus kerja team, kerja bersama. Ada tantangan kepemimpinan di situ. Dan ini sesuai dengan tema yang kami angkat dalam buku. Kami berharap, semoga bermanfaat untuk umat dan bangsa,” harapnya.
Selain disciples Monash Institute, tamu organisasi, dan pondok pesantren sekitar, acara ini juga dihadiri oleh puluhan mahasiswa Magister Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan (MIESP) Universitas Diponegoro yang merupakan kawan dari Mokhamad Abdul Aziz di kelas Beasiswa Pemuda Berprestasi Kemenpora dan Reguler MIESP 24 Undip. (Red: Izhadian).
Tags

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
5/related/default