Semarang--
Menjelang Pemilu Monash Institute 21 April 2018 mendatang, Komisi Pemilihan
Umum (KPU) MI mulai menggelar sosialisasi partai di Negar Monash Institute.
Sebab, masa pemerintahan kabinet gotong royong di bawah kepemimpinan Presiden
Mohammad Ismail Lutfi akan segera berakhir.
Semarak
sosialisasi partai ini diikuti oleh beberapa partai di lingkup MI, yaitu Partai
Genster, Partai Padi, Partai Nahtumi, PMK, dan satu partai baru bernama Pilmi.
Masing-masing partai tersebut memiliki visi dan misi yang berbeda-beda untuk MI
kedepannya. Yusuf Abdullah, sebagai Ketua KPU mengaku bahagia dengan antusias
dari para ketua partai dan masyarakat MI dalam memeriahkan sosialisasi malam
itu.
Sementara
itu, Perdana Menteri Monash Institute, Arif Fathan Rabi, menyatakan
ketidakpuasannya dari adanya sosialisasi partai kemarin, Arif menyatakan
“Menurut saya sosialisasi partai ini kurang begitu memuaskan, karena saat forum
sudah berjalan masih ada beberapa ketua partai yang masih sibuk mempersiapkan
beberapa hal, dan yang sangat mengherankan ada partai yang sudah dipersilahkan
untuk sosialisasi, tapi malah menampakkan muka yang belum siap. Hal ini membuat
heran para audien dan bisa berdampak pada audien ketika memilih nantinya”
ungkap Arif saat diwawancarai kemarin.
Mohammad
Ismail Lutfi, Presiden Monash Institute Kabinet Gotong Royong Monash Institute,
ketika diwawancarai kemarin mengatakan, “Sosialisasi kemarin bagus, karena
memperkenalkan partai-partai yang ada di Negara Monash Institute. Dengan
demikian, mengajak seluruh masyarakat untuk berpolitik secara sehat” tuturnya.
Berbagai
tanggapan hadir saat sosialisasi malam itu, Yusuf Abdullah sebagai ketua Komisi
Pemilihan Umum, menambahkan, “Saya berharap dengan adanya sosialisasi malam
ini, bisa memacu semangat masyarakat Monash Institute dalam berpolitik dan
menentukan pilihan yang terbaik” ungkapnya.
Dalam
masa kampanye ini, diharapkan kampanye tetap berjalan dengan sehat “Kita
nantikan saja partai mana yang dapat berjaya merebut kekuasaan pemerintahan
selanjutnya” ungkap Bella, salah satu masyarakat Monash Institute yang
mengikuti sosialisasi partai malam itu.

