Semarang--
Komisi Pemilihan Umum Monash Institute (KPU MI) Semarang menggelar debat
Capres-Cawapres pada hari Ahad tanggal 15 April 2018. Sejatinya debat
berlangsung pada Sabtu sore. Namun, karena ada beberapa hal yang belum sesuai,
KPU akhirnya menunda perhelatan debat Capres-Cawapres.
Yusuf
Abdullah, Ketua KPU MI mengatakan “Sebenarnya kami berusaha untuk tidak menunda
debat Capres-Cawapres tapi karena ada beberapa hal maka kami terpaksa
menundanya. Salah satu alasan menunda debat adalah karena paslon berhalangan
hadir. Sebab, ada jadwal kuliah mendadak katanya, oleh karena itu, kami
memutuskan untuk menunda debat” tegasnya.
Sebelum itu,
KPU juga menggelar debat calon Perdana Menteri periode September-Desember 2018
pada hari Sabtu kemarin. Sebanyak empat kadidat calon Perdana Menteri bertarung
dalam pemilu kali ini. Diantaranya : Triana Sri Hartanti (partai PMK), Ihsan
Hanafi (Partai NAHTUMI), Lina Zuliani (Partai GENGSTER) dan Muhamad Irsad
(Partai PADI).
Sedangkan,
debat kandidat Capres dan Cawapres ada dua kandidat yang bertarung.
Pertama paslon nomer urut satu Kodrat Alamsyah berpasangan dengan Amalia
Nabila. Kemudian paslon nomor urut dua Wisnu Abdul Qodir berpasangan dengan Nur
Istnaini.
Debat calon
Perdana Menteri yang dilakasanakan sehari sebelumnya menghadirkan panelis yaitu
kanda Muhammad Abdul Aziz selaku Direktur Eksekutif Monash Institute. Sedangkan
pada debat paslon Capres-Cawapres. KPU MI menghadirkan satu panelis tambahan.
Yaitu kanda Muhammad Dias Setiawan (Mantan Ketua BEM Unissula).
Meski debat
sempat tertunda, tapi hal itu tidak mengurangi antusias disciples dalam mengikuti
jalannya debat. Bahkan jumlah disciples yang hadir pada debat paslon
Capres-Cawapres lebih banyak dibanding debat Perdana Menteri. Selain itu,
pertanyaan yang diajukan pun lebih kompleks dan menarik sehingga
perdebatan kian seru.
Menanggapi acara
debat yang diadakan KPU MI ini panelis pertama, Dias Setiawan mengatakan bahwa
“ini merupakan sesuatu yang super baik, sistem yang digunakan berbeda dengan
sistem yang ada di Indonesia, unik sekali. Bagi saya, apa yang mereka sampaikan
dalam menjawab pertanyaan, sangat baik dibanding mahasiswa-mahasiswa lain yang
pernah saya jumpai", tuturnya. [mm.Satriya]

