Jejak Tak Henti

Monash Media
0

Aku ulangi sedikit, cerita tentang bagaimana kerasnya ia mencapai titik tertinggi demi memuaskan hati, demi menjaga keutuhan jatidiri.

Entah berapa puluh jam telah berlalu, hal ini kuceritakan lagi.

Tentang kakinya yang dibiarkan basah oleh tanah malam.

Tentang tangannya yang dibiarkan membeku oleh deru angin yang bergesekan.

Tentang tubuhnya yang dipaksa lebih, meski bulan dan bintang kian meredup dari terang menghilangkan jalan.

Tentang jiwa kokoh yang melewati satu gulita bersama suntuk membawa kantuk sebagai rintang.

lalu, tentang tekad bulat yang menunggu pagi manyambut, untuk merasakan embun sebagai obat.

Dan tentang jejak yang tak berhenti meski lelah sudah mencapi titik batas letih, demi kembali menjadi anak matahari.

Semarang, 16 Januari 2019
Lazkar Hidzib

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
5/related/default