KPU Gelar Debat Kandidat Perdana Menteri

Monash Media
0
Monash-Media, Semarang - Komisi Pemilihan Umum (KPU) gelar debat kandidat Perdana Menteri (PM) Monash Institute untuk periode Juli-Oktober 2019 sedang berlangsung, Sabtu (16/2).
Bertempat di Aula Utama Monash Institute, tiga kandidat PM memaparkan visi misinya. Ketiga calon PM tersebut, yaitu Lailatus Syarifah, Atikah Nur Azzah Fauziyyah, dan Ma’bad Fathi Mu’tazza.
Lailatus Syarifah menjelaskan visi yang ia usung yaitu, “Terwujudnya Pemerintahan Monash Institute yang Berbobot Secara Etis Maupun Organisasi”.
“Adapun misi yang saya tawarkan yaitu, mewujudkan pemerintahan Monash Institute yang berkualitas, menjadikan pemerintahan Monash Institute yang responsif dan partisipatif terhadap berbagai macam permasalahan dan memperkuat komitmen antar anggota pemerintahan,” tutur calon PM nomor urut satu yang diusung dari koalisis partai Gerakan Santri Terpadu (Gengster) dan Partai Mawar Keadilan (PMK).
Adapun visi yang dipaparkan oleh Atikah Nur Azzah Fauziyyah yaitu, “Membangun Profesionalitas Kinerja Kementerian Guna Menyukseskan Negara Autopilot”.
“Untuk merealisasikan visi saya, saya memiliki beberapa misi, antara lain: menempatkan jajaran kementerian sesuai dengan passion, meningkatkan profesionalitas dan solidaritas setiapkementerian, mengoptimalkan kemampuan Intellectual, Emotional, Spiritual Quotient (IESQ) para menteri, menjalin komunikasi yangbaik dengan Waliatul Faqih, Direktur, dan Direktur Eksekutif,” jelas kandidat PM nomor urut dua yang berasal dari koalisi Partai Amanat Disciples (PADI) dan Nahdlatul Thullab Monash Institute (Nahtumi).
Sedangkan visi yang diusung oleh kandidat PM ketiga yaitu, “Terwujudnya Pemerintahan Monash Institute yang Solidaritas, Totalitas, dan Berintegritas”.
“Saya menawarkan tiga misi guna mewujudkan visi saya, antara lain: memobilisasi program kerjaa dan kinerja pemerintahan agar terealisasi cepat dan tepat, mewujudkan pemerintahan yang bekerja dalam satu kesatuan dan persatuan, dan menjadikan pemerintahan sebagai birokrasi yangunggul dan terpercaya,” ungkap Ma’bad Fathi M. selaku disciples 2018 yang menjadi kandidat dari koalisi Partai Insan Kamil (PIK) dan Majelis Syuro Monash Institute (Masyumi).
Mokhamad Abdul Aziz juga memberikan pesan khusus kepada ketiga kandidat tersebut bahwa Program Kerja (Proker) yang direncanakan para menteri itu harus relevan dengan visi-misi PM dan Presiden.
“Menteri itu pembantu Presiden, jadi program kerja yang hendak dirancag juga harus disesuaikan dengan visi-misi Presiden dan PM, hal tersebut bertujuan agar tidak adanya proker yang bertolak belakang dan berjalan selaras,” pungkas panelis pertama. (Red.ANAF).

Tags

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
5/related/default