Monash-Media.com,
Semarang – Kabinet Sapu Lidi periode Oktober -
November 2018/2019 rampungkan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ), Ahad
(24/2). Kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai Jumat s/d Ahad di
Aula Utama Monash Institute.
Adapun yang
mengikuti forum tersebut, yaitu presiden dan wakil presiden, perdana menteri,
sekretaris negara, seluruh jajaran kementerian Kabinet Sapu Lidi, dan warga
Monash Institute dari angkatan 2016 s/d 2018. Laporan pertanggungjawaban (LPJ)
Presiden dan Wakil Presiden beserta Perdana Menteri, menjadi penutup acara yang
dianggap sakral itu oleh warga Monash Institute.
Kodrat Alamsyah
mengingatkan kepada warga mengenai visinya menjadi presiden, yaitu membina
kesadaran Disciples Monash Institute. Selain itu, Kodrat juga menyampaikan
pesan di penghujung jabatannya bahwa pembelajaran kepemimpinan yang ada di
Monash Institute harus dioptimalkan, sebagaimana jabatan yang diembannya
sebagai Presiden.
“Kualitas kita
memang belum bisa dikatakan mantap, tapi kita harus memanfaatkan seluruh proses
kepemimpinan yang ada di Monash Institute. Kita telah difasilitasi wadah untuk
belajar memimpin, kita perlu mengoptimalkan pembelajaran tersebut,” ungkap
Presiden Monash Institute periode Oktober-Februari 2019.
Susan Venia pun
memberikan saran kepada Presiden mengenai ajang pembelajaran kepemimpinan di
Monash Institute. Pemimpin menurut Susan, harus menjadi suri tauladan.
“Jadilah suri
tauladan bagi seluruh masyarkat, terkhusus untuk warga Monash Institute. Sebab,
kedudukan sebagai Presiden itu sangat disorot oleh orang banyak,” pesan salah
satu warga Monash Institute angkatan 2016. (Red. Atikah)
