![]() |
| Foto bersama disciples dan Mahasantri Ponpes Al-Muhtada di Aula Utama Daarul Qalam (9/02) (Foto Dok. Monash-media.com) |
Monash-media.com Semarang- Sabtu, (9/02) Sebanyak
15 Mahasantri Pondok Pesantren (Ponpes) Al- Muhtada dari Universitas Negeri
Semarang (UNNES) memenuhi aula utama gedung Daar Al-Qalam, Monash Institute.
Kedatangan mereka disambut
hangat oleh para disciples. Mahasantri Pondok Pesantren Riset Al-Muhtada ini
berkunjung ke rumah perkaderan Monash Institute dalam rangka studi banding.
Acara studi banding mahasantri
Al-Muhtada di Monash Institute diawali dengan upacara penyambutan yang dihadiri
oleh disciples Monash Institute.
Agenda kunjungan dilanjutkan
dengan pemaparan program-program kerja oleh seluruh jajaran ketua kementerian
Kabinet Sapu Lidi, Monash Institute.
Setelah semua kementerian
memaparkan tugas dan tanggung jawab serta program-program kerja yang telah
disusun untuk satu periode itu. Mahasantri Al-Muhtada diberikan kesempatan
untuk bertanya hal-hal terkait pemerintahan.
Presiden Monash Institute Kodrat
Alamsyah berharap kedatangan mereka tidak hanya sekedar berkunjung. Namun
dengan melihat semua yang ada di rumah perkaderan inidan dapat memberikan hal-hal
yang bermanfaat guna mengembangkan rumah perkaderan mereka yang baru saja
dibuka tahun lalu (2018).
“Semoga kedatangan mereka
dapat membawa hal-hal positif untuk perkembangan Ponpes Al-Muhtada”, ucap
Kodrat.
In’am selaku Presiden Ponpes
Al-Muhtada mengungkapkan bahwa kunjungan telah memberi inspirasi bagi segenap
mahasantri Ponpes Al-Muhtada.
“Dengan terselenggaranya studi banding ke Monash Institute, kami dari
Pesantren Riset Al-Muhtada merasa mendapat banyak inspirasi terkait program-program
yang ada di Monash Institute”, ujarnya.
“Kami juga sangat
mengapresiasi setiap program kerja yang ada di Monash Institute dari setiap
kementrian yang sudah dipresentasikan kepada kami”, sambungnya.
Dengan studi banding ini ia juga
berharap mampu mengimpementasikan gagasan yang ada di Monash Institute yang
kemudian dapat diterapkan di Ponpes Riset Al-Muhtada.
“Harapan kami dengan studi
banding kemarin, mampu menambah gambaran sistem yang akan diterapkan di Ponpes
Al-Muhatada. Misal dengan menerapkan kepengurusan seperti di Monash Institute.
Namun tetap kami juga akan melakukan evaluasi dengan pengasuh supaya gagasan tersebut
bisa disinergikan dengan visi misi pondok”, ungkap In’am melalui pesan singkat
kepada reporter Monash-media.com. (Red: Sri)

