Senja: Tidak.
Hujan: Kenapa tidak?
Senja: Sebab kamu tahu ke mana harus pulang.
Hujan: Kalau ternyata aku tidak menemuimu lagi?
Senja: Berarti aku bukan rumah untukmu pulang.
Hujan: Ah, seperti biasa, kamu tidak asyik. Kamu sedang buat apa
sih? Sibuk terus setiap bersamaku.
Senja: Hadiah.
Hujan: Hadiah apa? Untuk siapa? Kenapa memberi hadiah?
Senja: Ini, untukmu.
Hujan: Sketsa wajah dan puisi? Untukku? Dalam rangka apa? Kenapa
aku diberi hadiah?
Senja: Suka?
Hujan: Suka, terima kasih. Tetapi kamu belum jawab
pertanyaaan-pertanyaanku tadi.
Senja: Dijaga ya, dan tetap tersenyum seperti di sketsa itu.
Hujan: Senja, aku terharu, aku bahagia.
Senja: Syukurlah, bahagia terus. Jangan pernah bersedih ya, aku
tak suka. Dan jangan pernah pergi, hanya untuk dicari. Aku tidak akan
mencarimu, sebab aku tak akan pernah membiarkanmu beranjak pergi..
Jakarta, 2 Februari 2018
Lazkar Hidzib

