Senja dan Hujan (3)

Monash Media
0
Hujan: Senja, kalau aku tiba-tiba menghilang lagi seperti dulu, apa kamu mencariku?

Senja: Tidak.

Hujan: Kenapa tidak?

Senja: Sebab kamu tahu ke mana harus pulang.

Hujan: Kalau ternyata aku tidak menemuimu lagi?

Senja: Berarti aku bukan rumah untukmu pulang.

Hujan: Ah, seperti biasa, kamu tidak asyik. Kamu sedang buat apa sih? Sibuk terus setiap bersamaku.

Senja: Hadiah.

Hujan: Hadiah apa? Untuk siapa? Kenapa memberi hadiah?

Senja: Ini, untukmu.

Hujan: Sketsa wajah dan puisi? Untukku? Dalam rangka apa? Kenapa aku diberi hadiah?

Senja: Suka?

Hujan: Suka, terima kasih. Tetapi kamu belum jawab pertanyaaan-pertanyaanku tadi.

Senja: Dijaga ya, dan tetap tersenyum seperti di sketsa itu.

Hujan: Senja, aku terharu, aku bahagia.

Senja: Syukurlah, bahagia terus. Jangan pernah bersedih ya, aku tak suka. Dan jangan pernah pergi, hanya untuk dicari. Aku tidak akan mencarimu, sebab aku tak akan pernah membiarkanmu beranjak pergi..

Jakarta, 2 Februari 2018
Lazkar Hidzib

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
5/related/default