“Ada
kalanya cinta adalah penawar hati. Namun, ada kalanya ia ada penyakit. Cinta yang
disadari keberadaannya dalam hati, diucapkan dengan lisan, dan diekspresikan
dalam perbuatan dengan ketenangan, itu adalah penawar. Cinta tertinggi adalah
iman tertinggi. Yang walaupun bisa diungkapkan dan diekspresikan, tetapi tidak
mendatangkan ketenangan, itu adalah penyakit.” (Abana Mohammad Nasih)
5/related/default

