Monash.media.com, Semarang-Kementerian Pendidikan Monash Institute mengadakan kelas khusus menulis tentang gagasan seorang tokoh. Tokoh yang dimaksud adalah Dr. Mohammad Nasih al-Hafidh. Kelas bersama Direktur Eksekutif Monash Institute Mokhamad Abdul Aziz, M.Sos ini dilaksanakan di Aula Utama Darul Qalam Monash Institute, Selasa (07/01).
Menurut Perdana Menteri Monash Institute
Indah Nur Fadlillah, agenda ini diadakan sebagai bagian dari upaya pemerintah
membantu disciples aktif dalam penulisan naskah untuk buku biografi Abana
berjudul “Menempuh Jalan Sunyi Membangun Qur’anic Habits”.
“Agenda tersebut juga sebagai pemacu
semangat disciples dalam menulis,” ujarnya.
Disciple yang menghadiri agenda tersebut
terlihat sangat antusias. Hal tersebut terbukti di saat moderator
mempersilahkan disciples untuk bertanya. Banyak yang memberikan pendapat,
kritik, maupun saran kepada presentator yang maju secara acak lewat kocokan.
“Teman-teman sangat antusias dengan
kelas ini. Sepertinya lagi semangat-semangatnya,” kata Bu PM sambil tersenyum.
| Monash-media.com/Istimewa |
Melihat antusias yang sangat baik itu, Menteri
Pendidikan Sirojul Munir mengatakan bahwa agenda ini akan dilaksanakan rutin
dalam satu minggu, dua sampai tiga kali. Hal tersebut dilakukan agar kemampuan
disciples dalam memahami sebuah gagasan dapat diakselerasi secara maksimal.
“Kalau melihat antusias disciple terkait
agenda ini, Kami rencanakan akan menggelar agenda ini dua sampai tiga kali dalam
satu minggu. Disciples membutuhkan ini sebagai bekal untuk penulisan buku yang
direncanakan. Dan tentu saja untuk jangka panjang, semoga bisa memberikan
pengetahuan tentang kepenulisan yang baik dan benar,” pungkasnya. (Red: Alwi CRDS).
