Monash-Media, Semarang – Panitia Penerimaan Disciples Baru
(PPDB) tetap adakan tes akademik secara online
pada masa lockdown, Ahad (12/4).
Tes akademik ini
merupakan serangkaian tahap seleksi yang harus diikuti oleh calon disciples agar
dapat diterima di rumah perkaderan Monash Institute. Seluruh penguji melakukan
tes dengan calon disciples melalui video call via whatsapp.
Tempat ujian yang
dipilih penguji tersebar di berbagai lokasi, ada yang berada di Darul Qalam
(DQ) I, ada juga penguji di Darul Qalam (DQ) III. Adapun materi yang diujikan
yaitu, bahasa Arab, bahasa Inggris, tahfidh, baca tulis al-Qur’an (BTQ), kitab
kuning, tes wawancara, dan jurnalistik.
Menurut Lina Yulia
Khofifah, seleksi tes akademik ini tetap harus dilakukan, meskipun itu via
online. Masa lockdown bukanlah
penghambat bagi Panitia Penerimaan Disciples Baru (PPDB) untuk mengundur,
bahkan meniadakan tes ini.
“Pada masa lockdown ini, kami memanfaatkan teknologi
yang sudah ada. Apalagi sekarang era milenial, semua itu bisa dilakukan dengan mudah melalui fitur-fitur yang ada di hp,” jelas Ketua Panitia Penerimaan Disciples Baru.
Menurut Shofiya
Laila Algofariya, meskippun seleksi kali ini berbeda, dilakukan secara online,
tapi secara substansi ujian masih tetap bisa didapatkan.
“Saya merasa senang
bisa bertemu orang baru dan menguji teman-teman disciples via online, selamat
kepada fresh graduate Sekolah Menengah
Atas (SMA) sederajat,” ungkap penguji bahasa Inggris asal Jepara.
Kodrat Alamsyah,
salah satu penguji dalam tes ini juga menambahkan bahwa iktikad panitia untuk
melakukan tes akademik secara online
sudah tepat.
(Red/ANAF)

