Monash-media, Semarang – Begini
kualitas Capres-Cawapres Monash
Institute yang mengikuti kontestasi politik kali ini. Setiap pasangan calon
menawarkan visi-misi masing-masing, Jumat
(1/5).
1.
Mochamad
Faqih dan Lainy Ahsin Ningsih
Pasangan
Presiden dan Wakil Presiden nomor urut satu ini diusung dari Partai Amanat Disciples
(PADI) dan independen. Faqih, discipleasal Tegal yang mengambil jurusan tahfidh
dan wirausaha di Monash Institute. Komitmen prinsip hidup, itulah motto
hidupnya.
Ia pernah
menjadi Menteri Sarana Prasarana Kabinet Lokakarya. Selain itu, ia juga pernah
berproses menjadi Menteri Perkebunan, Pertamanan, dan Peternkana pada masa Kabinet Juang. Lalu,
pada periode Kabinet Militan, ia menjadi Menteri Kedisiplinan, Hukum, dan
Keamanan.
Mahasiswi
jurusan Ilmu Falak ini aktif di organisasi HMI. Berbagai jenjang perkaderan
telah ia lakukan. Mulai LK I HMI Komisariat FITK 2018, LK II HMI Korkom UBK
Cabang Jakarta Pusat Utara 2018, LKK HMI Cabang Kudus 2019, dan Jurnalistik
Nasional LAPMI HMI Cabang Ciputat 2020. Saat ini, ia menjabat sebagai Sekretaris
Umum HMI Korkom Walisongo
Selain
itu ia juuga pernah menjadi pengurus pendidikan Ponpes Al-Irsyad Kauman
Rembang, Bidang Seni, Minat, dan Bakat OSIS MA M3R, Bidang Komunikasi,
Advokasi, Masyarakat, HMI Komisariat Syariah, DAN Direktur Forum Kajian Hukum
Mahasiswa Islam.
2.
Wahyu
Labibullah dan Lina Yulia Khofifah
Pasangan
Capres-Cawapres nomor urut dua ini diusung oleh Partai Majelis Syuro’ Monash
Institute (Masyumi).
Wahyu
Labibullah, mahasiswa Ilmu Falak dengan IPK 3,8 dan memiliki tulisan yang sudah
termuat sejumlah 4 tulisan. Labib pernah menjadi Ketua OSPAMA Al-Mutawally,
Menteri Pemuda, Bendahara KPMA Mutawally, Aksi dan Olahraga Kabinet Militan,
Anggota PSDM Forsmaka Kuningan.
Adapun
track record Cawapres Monash Institute yaitu, ia pernah diberi amanah menjadi
Wakil Menteri Kesehatan dan Kebersihan Kabinet Militan. Saat ini, ia menjadi
Bendahara Umum Kohati Korkom Walisongo.
3.
M.
Ikhsan Hidayat dan Indah Nur Fadlillah
M.
Ikhsan Hidayat, mahasiswa jurusan Ilmu Seni dan Arsitektur Islam (ISAI) di UIN Walisongo Semarang. IPK yang ia
peroleh terakhir kali sejumlah 3,0. Ia merupakan disciples yang aktif menulis,
baik di media online maupun cetak. Jumlah tulisannya yang sudah termuat ada 58
tulisan. Di Monash Institute, ia mengambil jurusan tahfidh dan wirausaha.
Ihsan
pernah menjadi Menteri Perkebunan, Pertammanan, dan Peternakan Kabinet
Lokakarya. Selain itu, pada periode Kabinet Juang, ia menjadi Menteri Sarana
Prasarana (Sarpras). Adapun pada masa Kabinet Militan, ia menjadi Menteri
Bahasa.
Selain
aktif di internal Monash Institute, ia juga aktif berorganisasi di HMI. Ia menjadi
Sekbid KPP Komisariat Iqbal. Ia juga menjadi Sekretaris Umum di LDMI.
Adapun
jenjang perkaderan yang pernah ia lalui di HMI yaitu, LK I Komisariat
Dakwah-FEBI 2018 dan LK II Cabang Jombang Jawa Timur.
4.
Alwi
Husein Al-Habib dan Lia Puji Lestari
Alwi
Husein Al Habib, disciple jurusan wirausaha yang aktif menulis di media massa. Adapun tulisan
yang sudah termuat di media ada 62 tulisan online, dan 1 tulisan cetak. Motto hidupnya
yaitu, hidup sekali, berarti, lalu mati.
Ia pernah
menjadi Ketua OSIS SMPN 1 Pameungpeuk 2013-2014, Pendiri Rohis ar-Rasyid di SMPN 1 Pameungpeuk, Ketua Rohis SMA Asshiddiqiyah 2017-2018, dan Wakil Ketua IPNU Kecamatan Karangpawitan. Pada periode Kabinet Militan, ia menjadi Sekretaris Negara yang sukses menghidupkan media media di Monash Institute. Kini ia sedang menjabat sebagai Ketua Umum HMI Korkom Walisongo periode 2020-2021.
Mahasiswa
jurusan Ilmu al-Qur’an dan Tafsir semester IV ini mendapat IPK 3,78. Adapun
jenjang perkaderan yang sudah ia tempuh
di HMI yaitu, LK I HMI komisariat FITK, LK II Cabang Semarang, dan SC Cabang
Pekalongan.
Lia Puji Lestari, disciple 2018 yang mengambil jurusan tahfidh dan wirausaha di Monash Institute. Tulisannya yang sudah termuat di media ada tiga tulisan online. IPK yang ia peroleh yaitu 3,7.
Puji merupakan pengurus harian Koperasi Mahasiswa (Kopma) UIN Walisongo. Selain itu, ia pernah menjadi Ketua Bidang KPP HMI Komisariat Iqbal 2019/2020. Saat ini dia menjadi Ketua Umum Kohati Komisariat Iqbal Korkom Walisongo 2020/2021. Pada periode Kabinet Militan, ia menjadi Ketua Parlemen sekaligus Gubernur di distrik lantai III DQ 1.

