Sukseskan Pemilu, Inilah Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Monah Institute

Monash Media
0


Monash.Media.com, Semarang – Tiga pasangan calon akan meramaikan pemilihan Presiden dan Wakil Presiden Monash Institute yang akan berlangsung beberapa hari lagi. Sudahkah para pemilih mengenali profil pasangan calon masing-masing?. Berikut ini, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Monash Institute akan menguraikan profil singkat masing-masing calon agar menjadi pertimbangan pemilih Monash Institute dalam menentukan pilihannya.

Afifah Ainun Ni’mah dan Romadiah

Pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut satu ini diusung oleh Partai Amanat Disciples (PADI), Partai Nahtumi dan Partai Insan Kamil (PIK)

Afifah Ainun Ni’mah disciple Monash Institute angkatan 2018 yang berasal dari Rembang ini memilih jurusan tahfidh dan wirausaha di Monash Institute. Adapun hafalan al-Qur’an yang telah disetorkan ke Abah Nasih sejumlah 12 juz. Jumlah tulisan online yang dimuat ada 44 dan memperoleh IPK 3,7. “Hidup itu pilihan dan berjuang menjadi nafas”, itulah motto hidupnya. 

Mahasiswi jurusan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) ini aktif di organisasi HMI. Berbagai jenjang perkaderan telah ia lakukan. Mulai dari LK I HMI Komisariat FITK pada bulan Agustus 2018, LK II HMI Cabang Malang, LKK HMI Cabang Semarang 2019, dan SC Cabang Bekasi 2019. 

Ia pernah menjadi Menteri Pemuda Aksi dan Olahraga Kabinet Sapu Lidi, Menteri Sarana dan Prasarana Kabinet Lokakarya, Menteri Pendidikan Kabinet Juang. Selain itu, ia juga pernah menduduki Menteri Hukum, Kedisiplinan dan keamanan Kabinet Miitan. Lalu, pada periode Kabinet Conary ia menjadi Menteri Ekonomi dan Keuangan.

Ia juga pernah menjadi Ketua OSIS MTs N 3 Rembang dan Ketua Bidang kaderisasi KPP PW IPPNU Jawa Tengah.

Romadiah, gadis kelahiran Nibung, 15 Desember 2000 adalah Mahasiswi Jurusan PGMI dengan IPK 3,8 dan memiliki tulisan online yang sudah termuat sejumlah 16 tulisan. Ia adalah Disciple Monash Institute angkatan 2019. Adapun hafalan al-Qur’an yang telah disetorkan ke Abah Nasih sejumlah 15 juz. Ia pernah menjabat sebagai OSIS (OP3AI) di MTs al-Islam dan OP3AI MA al-Islam, Sekretaris Pramuka MA al-Islam. Selain itu, ia pernah menduduki Menteri Peribadatan dan Pembangunan Karakter Kabinet Militan dan Menteri Pendidikan Kabinet Conary. “Hidup mulya atau mati syahid”. Itulah motto hidupnya.

M. Faiz Mubarok dan Saidah Ma’rifah

Pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut dua ini diusung oleh Partai Disciples Intelektual Profetik (PDIP) dan Partai Majelis Syuro Monash Institute (Masyumi).

Muhammad Faiz Mubarok, Mahasiswa jurusan Pendidikan Biologi di UIN Walisongo Semarang adalah Disciple Monash Institute angkatan 2019. Ia lahir di Banjarnegara, 07 April 2001. Adapun jenjang Pendidikan Formalnya adalah MI NU GELANG, MTs N 1 Ranib dan MA TANGHO. “Aku membaca, maka aku ada”, itulah motto hidupnya.

Di Monash Instiute, Muhammad Faiz Mubarok pernah menjadi Menteri Sarana dan Prasarana Kabinet Militan dan sekarang ia sedang menduduki Menteri Peribadatan dan Pembangunan Karakter Kabinet Conary. Ia juga pernah menjabat sebagai bagian keagamaan dan etika OSIM MA TAN-GHO. Adapun hafalan al-Qur’an yang telah disetorkan ke Abah Nasih sejumlah 1 juz. Jumlah tulisan online yang dimuat ada 5 tulisan online dan memperoleh IPK 3,43.

Saidah Ma’rifah MZ, disciple Monash Institute angkatan 2019 yang berasal dari Palu ini memilih jurusan tahfidh di Monash Institute. Adapun hafalan al-Qur’an yang telah disetorkan ke Abah Nasih sejumlah 6 juz. Jumlah tulisan online yang dimuat ada 9 tulisan online dan memperoleh IPK 3,76. “Kerja ikhlas, cepat dan tepat”, itulah motto hidupnya. 

Mahasiswi jurusan Manajemen Pendidikan Islam (MPI) ini aktif di organisasi HMI. Berbagai jenjang perkaderan telah ia lakukan. Mulai dari LK I HMI Komisariat Syariah pada tahun 2019 dan LK II HMI Cabang Majalengka 2020. Ia juga pernah menjabat sebagai sekretaris OPPM al-Istiqamah Ngatabaru.

M. Ikhsan Hidayat dan Indah Nur Fadlillah

Pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut tiga ini diusung oleh Partai Ganster.

M. Ikhsan Hidayat disciple Monash Institute angkatan 2018 yang berasal dari Banjarnegara ini memilih jurusan tahfidh di Monash Institute. Adapun hafalan al-Qur’an yang telah disetorkan ke Abah Nasih sejumlah 2 juz. Jumlah tulisan online yang dimuat ada 72 tulisan online dan memperoleh IPK 3,6. “Hidup mulia atau mati syahid”, itulah motto hidupnya. 

Di monash Institute, ia pernah menjadi Menteri Sarana dan Prasarana Kabinet Juang dan Menteri Bahasa dan Sastra Kabinet Militan. Lalu, pada periode Kabinet Conary ia menjadi Perdana Menteri Monash Institute.

Adapun jenjang pendidikan formalnya yaitu MI Islam Banjarnegara, KMI Darussalam Gontor, MAN 2 Banjarnegara dan pada saat ini ia menjadi Mahasiswa jurusan Arsitetur Islam di UIN Walisongo Semarang

Indah Nur Fadlillah, gadis kelahiran Rembang, 23 Oktober 2000 adalah Mahasiswi Jurusan Manajemen Haji dan Umrah (MHU) dengan IPK saat ini adalah 3,8. Ia memiliki tulisan yang sudah termuat sejumlah 10 tulisan online dan 1 tulisan cetak. Ia adalah Disciple Monash Institute angkatan 2019 yang memilih jurusan Tahfid di Monash Institute. Adapun hafalan al-Qur’an yang telah disetorkan ke Abah Nasih sejumlah 2 juz. Ia pernah menjabat sebagai Direktur LDMI Walisongo, Menteri Pendidikan Kabinet Juang, Perdana Menteri Kabinet Militan. Saat ini ia menduduki Ketua Parlemen el-Hikmah Monash Institute. “Man jadda wa jada”. Itulah motto hidupnya.

Mahasiswa asal Rembang ini aktif di organisasi HMI. Berbagai jenjang perkaderan telah ia lakukan. Mulai dari LK I HMI Komisariat FITK 2018, LKK HMI Cabang Semarang dan LK II HMI Cabang Bandung.

Tags

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
5/related/default