![]() |
| Perdana Menteri Monash Institute Arif Fathan menyampaikan sambutan, Sabtu (24/03). |
Dalam sambutannya, Fauziya mengharap partisipasi aktif dari semua disciples untuk menyukseskan LFD kali ini. “Saya berharap semua dapat bersinergi. Semua harus mendukung, termasuk yang tidak ikut lomba, harus hadir. Sepakat?” katanya.
Sementara itu, Arif Fathan Rabi’, Perdana Menteri Monash Institute menyampaikan bahwa acara ini diadakan untuk mengekspresikan dan menjaga kecerdasan dalam berbahasa yang telah disciples pelajari. Pihaknya menyadari bahwa segala yang telah didapatkan di Monash Institute, kiranya perlu diwadahi agar tidak terkikis.
“Saya berharap semua disciples dapat berbahasa asing terutama bahasa inggris dan arab dalam kehidupan sehari-hari dengan istiqomah. Potensi-potensi terpendam bisa dikeluarkan dalam LFD kali ini,” ujarnya.
Ketua Panitia LFD Atika Nur Azzah Fauziah mengungkapkan, panitia mengangkat tema “Language is a Bridge to a Bright Future” karena pentingnya kemampuan berbahasa Inggris sebagai bahasa pergaulan dengan dunia dan bahasa Arab sebagai bahasa pusat keilmuan dunia.
“Kemampuan ini kemudian diperlukan oleh disciples Monash Institute yang memang dipersiapkan sebagai kader ummat di masa mendatang,” pungkasnya. (Red: Rizka/01).

