Semarang, 10 April 2026 - Aula 1 Darul Qalam menjadi saksi berlangsungnya debat perdana menteri yang mempertemukan dua kandidat terbaik: Irbah Fatin Nur Aliyah dan Eni Fatmawati. Acara ini dipandu dengan penuh profesional oleh Muhammad Faqih dan Indah Nur Fadlillah, yang berhasil menjaga jalannya debat tetap kondusif, dinamis, dan berimbang.
Debat berlangsung dengan suasana yang penuh semangat intelektual. Kedua kandidat memaparkan visi, misi, serta program kerja unggulan mereka dengan argumentasi yang kuat dan terstruktur. Irbah Fatin Nur Aliyah menekankan pentingnya inovasi dan kolaborasi dalam membangun organisasi yang progresif, sementara Eni Fatmawati mengusung pendekatan yang lebih berfokus pada penguatan nilai-nilai kebersamaan dan keberlanjutan program.
Para moderator memberikan pertanyaan yang kritis dan relevan, mulai dari isu kepemimpinan, strategi pengembangan organisasi, hingga solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi ke depan. Kedua kandidat pun saling menanggapi dengan lugas, menunjukkan kapasitas kepemimpinan serta kemampuan berpikir kritis yang matang.
Antusiasme peserta yang hadir turut menambah semarak jalannya debat. Sorak dukungan dan perhatian penuh dari audiens menciptakan atmosfer yang hidup namun tetap tertib.
Debat ini menjadi momentum penting bagi seluruh peserta untuk menilai secara objektif kualitas dan kesiapan masing-masing kandidat dalam memimpin. Diharapkan melalui forum ini, seluruh pihak dapat menentukan pilihan secara bijak berdasarkan gagasan, integritas, dan komitmen yang ditunjukkan.

