Inilah Profil Kandidat Perdana Menteri Monash Institute

Monash Media
0

Monash.Media.com, Semarang -  Batas pendaftaran kandidata telah ditutup, Jumat (15/02) pukul 23.00. Berdasarkan data dari KPU, Tim Monash-Media menemukan ada tiga kandidat Perdana Menteri Monash Institute.
Ketiga pasangan tersebut adalah Lailatus Syarifah yang diusung Partai Gangster. Atikah Nur Azzah yang diusung Partai PADI. Terakhir, Ma’bad Fathi yang diusung Partai PIK.
Memilih adalah kewajiban bagi disciples Monash Institute. Agar tidak asal pilih, berikut ini kami paparkan profil singkat setiap kandidat Perdana Mentri Monash Institute.
1.       Lailatus Syarifah
‘Isysy kariiman au mut syahiidan (hidup dalam keadaan mulia atau meninggal dalam keadaan syahid), begitu moto hidup yang dagandrongi pasangan nomor urut satu, Lailatus Syarifah. Moto inilah yang membuat Lailatus Syarifah untuk berjuang dan terus berjuang, sehingga membuatnya bertekad mencalonkan diri sebagai perdana menteri Monash Institute.
Iffah, sapaan akrabnya, lahir di Batang, 15 Agustus 1999.  Kepemimpinan Iffah terbentuk dari keaktifannya di organisasi, seperti HMI dan IPPNU. Tercatat, Iffah pernah menjabat sebagai berndahara IPPNU saat Madrasah Aliyah Sementara di HMI, Iffah sekarang menempati posisi strategis, yaknis sebagai Ketua Bidangn HMI PP Komisariat Pers. Saintek.
Jumlah hafalan dan kemampuan I’rabul Qur’an, dapat dikatakan yang terbaik di antara kandidat Perdana Menteri yang laini. Sampai saat ini, Iffah telah menghafal sebanyak 17 juz al-Qur’an. Sementara untuk I’rabul Qur’an, semenjak pertengahan tahun 2018, Iffah telah ditunjuk sebagai mentor I’rabul Qur’an di Monash Institute. Dua kemampuan inilah yang melatarbelakangi terpilihnya Iffah sebagagi Mentri Pendidikan pada Kabinet Sapu Lidi.
2.      Atikah Nur Azzah
Perempuan kelahiran Pemalang, 08 April 1998 merupakan aktivis dan akademisi. Tercatat dalam CV yang dikumpulkan ke KPU MI, Atikah memiliki banyak pengalaman dalam berorgansiasi, seperti organisasi SKM Amanat, Nafilah, OSIS, Pramuka, PMR, dan IPPNU. Kemampuan memimpin dan managame Atikah terlahir dari keaktifannya berorganisasi. IPK Atikah juga selama berapa semester ini selalu cumlaude.
Tidak hanya itu juga, Atikah memiliki logika bahasa yang baik. Di SKM Amanat sampai saat ini, Atikah selalu aktif menulis dalam Koran Amanat. Atikah juga menguasai dua bahasa terbesar di dunia, Bahasa Arab dan Bahasa Inggris. Kemampuan inilah yang membuat Atikah terpilih sebagai Menteri Bahasa dua kali berturut-turut pada Kabinet Gotong Royong dan Persatuan. Sementara untuk Kabinet Sapu Lidi, Atikah diamanahi sebagai Ketua Menteri
3.      Ma’bad Fathi Mu’tazza
Kandidat nomor urut tiga ini merupakan kandidat termuada di antara kandidat PM yang lain. Ma’bad lahir di Cirebon, 09 September 2000. Baru 6 bulan tinggal di Monash Institute, Ma,bad telah berani mencalonkan diri sebagai Perdana Menteri.
Ini bukanlah hal luar biasa bagi Ma’bad. Seni untuk mempengaruhi orang lain sudah lahir dalam dirinya sejak kecil. Terbukti, saat SMP Ma’bad terpilih sebagai Bendahara Umum OSIS SMP Al-Hikmah Cirebon. Sementara saat SMA di Al-Hikam Brebes, Ma’bad terpilih sebagai Ketua OSIS saat itu.
Saat ini, Ma’bad menjabat sebagai Mentri Perkebunan Monash Institute. Banyak kebijakan-kebijakan baik yang dibuatnya. Tidak hanya itu juga, kabarnya di Organisasi HMI, tepatnya lingkup komisariat, Ma’bad merupakan kandidat kuat untuk menjadi Ketum di Komisariat Pers. Saintek Korkom Walisongo.
Taqlid meupakan salah satu faktor kejumudan. Semoga dengan informasi profil setiap kandidat Perdana Menteri dapat dijadikan referensi oleh Disciples Monash Institute untuk menetukan siapa Perdana Mentri terbaik di antara ketiga nama tersebut. (Red.Sirajul)

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
5/related/default