Monash-Media.com, Semarang
– Belum cukup satu pekan, Kementrian Pemuda Aksi dan Olahraga (Kemenpekra)
Monash Institute perlihatkan kerja nyatanya, Jumat (15/03). Bekerja sama dengan
HMI Korkom Walisongo, Kemenpekra mengadakan aksi solidaritas atas beberapa
tindakan represif aparat kepolisian di berbagai daerah.
Bertempat
di depan Gerbang Mapolda Jateng, masa aksi solidaritas diikuti oleh puluhan
mahasiswa UIN Walisongo dan beberapa mahasiswa dari kampus yang lain. Berani
turun ke jalan atas dasar panggilan hati untuk menghentikan tindakan represif
aparat kepolisian terhadap para aktivis, Ketua Menpekra Ma'bad Fathi menegaskan kembali
tanggung jawab moral yang diemban oleh pemuda.
“Pemuda
itu harus peka, apalagi melihat para aktivis, pemuda, yang ditindas dan diadili
secara tidak manusiawi. Kita harus camkan baik-baik ini bahwa pemuda yang diam
melihat penindasan, maka dia adalah penindas yang sebenarnya,” pungkas pemuda
asal Cirebon tersebut.
Selain
itu juga, Halimah Sa’diyah, Wakil Menpekra menegaskahn bahwa sudah menjadi
tuntutan umat Islam untuk mencegah kemungkaran. Dalam Hadis Nabi Saw telah
dipaparkan hierarki cara menolak kemungkaran. Menurut Halimah, aksi turun ke
jalan merupakan salah satu langkah untu menolak kemungkaran.
“Fal yughayyirhu bayadih, billisaanih, wa
bi qalbih. Untuk saat ini, kita baru bisa mencegah dengan tingkatan
kedua, yakni billisan. Lantas
interpretasi billisaan adalah dengan
aksi. Kita ungkapkan keresahan hati kita di depan umum,” tutur Halimah Sa’diah
yang juga aktivis Kohati Komisariat Dakwah Korkom Walisongo. (Red. Alam)

