Kabinet Juang Akhiri Kepengurusan dengan LPJ

Monash Media
0
Atikah Nur Azzah Fauziyyah (kiri), Muhammad Irsad Satriya (tengah), dan Kurnia Intan Nabila (kanan) saat menyampaikan LPJ di Aula Utama Monash Institute, Selasa (23/12/2019) (Monash-Media/Halimah).
Monash-Media, Semarang – Pemerintahan Kabinet Juang Monash Institute yang dinahkodai oleh Presiden Muhammad Irsad Satriya yang dibantu oleh Wakil Presiden Kurnia Intan Nabila dan Perdana Menteri Atikah Nur Azzah Fauziyyah, kini sudah purna. Awalnya, masa kepengurusan 4 (empat) bulan, yaitu periode Juli-Oktober 2019. Namun, periode ini diperpanjang selama 5 bulan 12 hari, Selasa (23/12).
Sebelum pengurus lama secara resmi menyerahkan estafet amanat tersebut ke pengurus baru, mereka melaporkan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) atas kinerja selama satu periode, sekaligus memberikan evaluasi yang diselenggarakan di Markas Besar Monash Institute.
Irsyad menuturkan bahwa LPJ ini merupakan upaya mengkoreksi kinerja selama satu periode. Selain itu, dalam forum LPJ juga ada rekomendasi yang nantinya akan di serahkan kepada Pemerintahan periode mendatang . Ia juga menambahkan, menjadi presiden Monash Institute itu sangat spesial baginya, karena banyak pelajaran yang ia dapatkan.
“Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) ini merupakan upaya untuk mengkoreksi atau evaluasi kinerja pemerintahan Kabinet Juang. Kita tahu bahwa masyarakat yang merasakan betul atas apa yang kami perbuat sehingga dengan LPJ semua lebih jelas, kekurangan dan kelebihan dalam memimpin selama ini. Tidak ada gading yang tak retak,” ungkap Demisioner Presiden Monash Institute.
Kurnia Intan Nabila pun ikut memberikan pesan untuk disciples, ada dua langkah utama untuk menjalani sistem pemerintahan di Monash Institute. Langkah kaki kanan untuk mengaktualisasikan tugas dan tanggungjawab  dengan penuh keikhlasan, dan langkah kaki kiri untuk menginjak keegoisan diri sendiri.
“Pesan saya untuk pemerintahan selanjutnya dan adek-adek 2019 yang nantinya akan menjabat sebagai anggota pemerintahan yaitu, siapkanlah dua langkah itu,” tutur Demisioner Wakil Presiden.
Adapun menurut Atikah Nur Azzah Fauziyyah, seseorang  yang berkecimpung di ranah pemerintahan Monash Institute itu harus memiliki daya tahan yang kuat,  serta tingkat kepekaan dan solidaritas  yang tinggi. Sebab, ia akan dihadapkan oleh urusan yang teknis-teknis.
“Semua itu ada masanya. Ada saatnya kita dikader, terkader, dan mengkader. Kemudian ditempa agar terbiasa menjadi orang yang bisa diajak gerak cepat (gercep). Selamat berproses untuk pemerintahan periode selanjutnya, dinamika dalam sebuah organisasi itu sudah biasa,” pungkas Demisioner Perdana Menteri Kabinet Juang. (Red/ANAF)


Tags

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
5/related/default