Tidak Biasa! Presiden dan Perdana Menteri jadi Panelis

Monash Media
0
(Muhammad Ismail Lutfi (kanan) dan Arif Fathan Rabi’  (kiri) yang sedang menjadi panelis pertama dan kedua.)
Monash-Media, Semarang –  Komisi Pemilihan Umum (KPU) hadirkan Presiden  dan Perdana Menteri Kabinet Gotong Royong periode Januari-April 2018 untuk menjadi panelis dalam ajang Debat Kandidat Perdana Menteri (PM). Muhammad Ismail Lutfi, Presiden Monash Institute dan Arif Fathan Rabi’, Perdana Menteri pada masanya hadir di tengah-tengah debat calon kandidat PM, Ahad (15/19).
Kontestasi ini berlangsung mulai pukul 15.30 s/d 17.30 WIB di Aula Utama Monash Institute (MI). Sebagaimana biasanya, debat kandidat ini dimulai dengan  penyampaian visi dan misi oleh calon kandidat.  Kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya-jawab dari panelis dan dari masyarakat MI.  Semua masyarakat pun terlihat antusias saat menyaksikan debat tersebut.
Muhammad Isma’il Luthfi memulai pertanyaan yang berbeda, yang menurut dia tidak ada kaitannya dengan visi-misi yang di bawa oleh calon kandidat PM.
“Menurut kalian,  biasanya, yang terlihat lebih menonjol atau dianggap oleh walayatu al-faqih adalah Presiden, bagaimana tanggapan kalian kalau PM kurang dianggap olehnya?,” tanya panelis pertama
Menurut M. Sirojul Munir, PM dianggap atau tidak dianggap oleh walayatu al-faqih bukanlah sebuah masalah, sebab  totalitas tanggung jawab tetap harus dijaga.
“Saya rasa, ketika kita sudah menjabat sebagai PM, maka kita harus mengemban amanah dengan serius. Kita harus bertanggung jawab. Oleh karena itu, totalitas dan keikhlasan  perlu dijaga,” ungkap calon kandidat PM nomor urut dua.
Sesi tanya-jawab pun masih terus berlanjut dengan berbagai pertanyaan yang wajib dijawab oleh keempat kandidat.
Adapun empat kandidat PM yang mencalonkan diri yaitu, Laeny Ahsin Ningsih yang diusung dari Partai Amanat Disciples (PADI) yang berkoalisi dengan  Gerakan Santri Terpadu (Ganster),  M.Sirojul Munir  dari koalisi partai Masyumi dan Nahtumi, Moch. Faqih berasal dari koalisi Partai Insan Kamil (PIK) dan Partai Mawar Keadilan (PMK), dan calon yang keempat yaitu Aditia Firmansyah, ia merupakan satu-satunya calon yang independen, alias tidak mengatasnamakan partai.
Menurut Algazella Sukmawati, setelah melalui proses yang cukup panjang, akhirnya dia memilih panelis satu dan dua sesuai yang  tersebut di atas.
“Alhamdulillah, akhirnya kami mendapat panelis yang recommended. Seseorang yang dijadikan panelis pasti dia memilki track record yang bagus sebelumnya, sebagaimana Muhammafd Isma’il Luthfi dan Arif Fathan Rabi’, Presiden dan Perdana Menteri pada masanya,” pungkas  Zella, Ketua KPU Monash Institute. (Red/ANAF)

Tags

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
5/related/default