Monash.Media, Semarang -
Mochammad Faqih, kandidat Perdana Menteri (PM) terpilih itu diusung dari
Partai Insan Kamil (PIK) dan Partai Mawar Keadilan (PMK). Jumlah suara yang ia
peroleh yaitu, 138 suara dari 330 total suara PM, Ahad (15/12).
Faqih menjelaskan, visi dan misi yang
ia tawarkan yaitu, visi meningkatkan kinerja kementerian Monash
Institute yang sadar akan fungsi, peran, dan tanggung jawab dalam mengemban
amanah.
“Itu lah visi yang saya emban, adapun misi
yang saya bawa demi mewujudkan visi yaitu, pertama, menciptakan
kementrian Monash Institute yang progresif sesuai dengan amanah yang diemban.
Kedua, meningkatkan sikap peduli dan responsif dalam setiap nafas kementerian
Monash Institute. Dan yang ketiga yaitu, Mendongkrak kerjasama dan sinergitas
antar kementrian guna mengahasilkan kinerja yang kolaboratif, kreatif, dan
inovatif,” jelas Perdana Menteri terpilih.
Ia menambahkan, siapa saja yang telah
memilih dia atau memilih selain dia, semoga bisa tetap dalam satu tujuan untuk
mewujudkan kesejahteraan masyarakat Monash Institute (MI).
“Semoga saya bersama masyarakat MI bisa
bekerjasama untuk meningkatkan kinerja kementerian MI periode yang akan datang,
dan selalu dalam keistiqamahan yang diridhai Allah SWT,” harap Faqih yang masih
menjabat sebagai Ketua Kementerian Perkebunan, Pertamanan, dan Peternakan
(Kemenketan) Kabinet Juang periode Juli-Desember 2019.
Selain menjabat sebagai Ketua Kemenketan, ia juga pernah menjadi
Ketua Kementerian Sarana Prasarana (Sarpras) Kabinet Lokakarya periode
Maret-Juli 2019. Sebagai aktivis mahasiswa, ia memiliki jabatan inti dalam
struktur kepengurusan komisariat Iqbal Himpunan Mahasiswa Islam (HMI)
Koordinator Komisariat (Korkom) Walisongo Semarang, yaitu sebagai Bendahara
Umum (Bendum).(Red/ANAF)

