Monash-Media.com, Semarang - Ma’bad Fathi Mu’tazza dan Fina Syifaurrahmah,
Pasangan calon (Paslon) Presiden-Wakil Presiden (Pres-Wapres) nomor
urut dua, berhasil menduduki urutan pertama dalam penghitungan suara. Suara yang mereka peroleh berjumlah 152 suara. Penghitungan ini menjadi acara puncak kegiatan Pemilihan Umum
(Pemilu) di Monash Institute, Ahad (15/12).
Calon Presiden terpilih merupakan disciple
2018 yang masih menjabat sebagai Wakil Kementerian Kedisiplinan, Hukum, dan
Keamanan (Kemendishuk) I Kabinet Juang periode Juli-Desember 2019. Ia juga
pernah menjadi Ketua Kementerian Pemuda, Aksi, dan Olahraga Kabinet Lokakarya
periode Maret-Juli 2019. Selain itu, ia pernah mendapat jabatan Kementerian
Perkebunan, Pertamanan, dan Peternakan (Kemenketan) pada Kabinet Sapu Lidi.
Adapun jumlah hafalan yang baru disetorkan
ke walayatu al-faqih berjumlah tiga juz. Selain itu,
tulisannya yang termuat di media cetak ada satu, sedangkan yang di media online
ada empat tulisan.
Selain aktif di internal pemerintahan, ia
juga aktif di organisasi ekstra Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Di komisariat Iqbal, ia
menjabat sebagaiKetua Bidang (Kabid) Penelitian, Pengembangan Anggota, dan
Pembinaan Anggota (P3A). Selain itu, ia juga menjabat sebagai Sekretaris Umum
(Sekum) Lembaga Dakwah Mahasiswa Islam (LDMI) Cabang Semarang.
“Undzuur maa qaala, wa laa tandzur man
qaala, lihatlah
apa yang disampaikan, tapi jangan lihat siapa yang menyampaikan,” pesan Ma’bad
kepada seluruh disciples yang dijadikan sebagai motto hidupnya.
Selanjutnya, Wakil Presiden yang mendampinginya
menjabat nanti yaitu, Fina Syifaurrahmah, disciple asal Rembang. Ia pernah
menjabat menjadi anggota parlemen pada saat Kabinet Lokakarya periode
Maret-Juli 2019. Setelah itu, pada periode Kabinet Juang periode Jui-Desember
2019 ia menjadi Wakil Ketua Kementerian Kepemudaan, Aksi, dan
Olahraga (Kemenpekra).
Disciple 2018 ini juga aktif di organisasi ekstra
kampus HMI komisariat Fakultas Ilmu Tarbiyah Keguruan (FITK) sebagai Sekum.
Menurut Fina, motto hidup yang ia pegang
yaitu, man jadda wa jadda.
“Barangsiapa bersungguh-sungguh, pasti ia akan
berhasil,” ungkap Wapres terpilih. (Red/ANAF)

