Monash-Media.com,
SEMARANG – Pemilihan
Umum Monash Institute sedang berlangsung. Sesuai dengan jadwal yang dumumkan
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Monash Insitute, Ahad pukul 09.30, akan diagendakan
Debat Capres dan Cawapres Monash Institute di Aula Utama Gedung Darul Qolam I.
Semarak debat Capres dan Cawapres yang diadakan di
Aula Utama Gedung Darul Qolam I disambut meriah oleh Rakyat Monash Institute.
Terbukti, sebelum pukul 09.30, Aula I Darul Qolam sudah ramai didatangi Rakyat
Monash Institute.
Tidak tanggung-tanggung, KPU MI sendiri pun mendatangkan
panelis debat yang luar biasa. Selain mengundang Direktur Umum Monash Institute
Mohammad Nadlir, KPU MI juga mendatangkan Katib Syuriah Pengurus Cabang Istimewa Nahdhatul
Ulama (PCINU) Tiongkok Su’ud al-Tasdiq sebagai panelis debat capres-cawapres MI
kedua.
“Kami ingin debat ini tidak hanya sebatas formalitas
saja. Mendatangkan langsung Katib Syuriah PCINU Tiongkok yang juga pernah
menjabat sebagai Presiden Pertama Monash Institute merupakan salah satu cara
untuk menguji visi dan misi setiap paslon," ujar Muhammad Faiz, Ketua KPU Monash Institute.
Selama debat berlangsung, Su’ud al-Tasdiq melemparkan
pertanyaan kepada semua capres-cawapres Monash Institute. Presiden Pertama
Monash Institute ini juga berpesan agar presiden dan wakil presiden yang akan terpilih
harus membuat inovasi baru untuk perkembangan Monash Institute.
”Zaman sekarang berbeda dengan zaman saat saya dulu.
Presiden dan Wakil Presiden harus membuat inovasi baru, bukan hanya meniru periode kemarin. Misalnya, Monash Institute
harus punya start up. Itu salah satu
gagasan yang bagus untuk menjawab tantangan zaman saat ini, yakni era 4.0,”
ujar lelaki asal Jepara tersebut. (Red/ Alimasyah)

