KPU Gelar Debat Kandidat Perdana Menteri

Monash Media
0


Monash-media, Semarang – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Monash Institute gelar debat kandidat calon perdana menteri Monash Institute untuk periode empat bulan mendatang, Kamis (30/4).
Debat ini diadakan di Aula Utama Monash Institute. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh disciples Monash Institute. Adapun panelis yang diundang oleh KPU yaitu, Khoirun Ni’am dan Uli Maghfiroh.
Menurut Khoirun Ni’am, Perdana Menteri itu harus mengetahui dirinya sendiri. Perdana Menteri yang menyalonkan diri untuk maju, ia pasti membawa visi. Visi ini berasal dari keresahan calon Perdana Menteri yang harus ia perbaiki nantinya. Selain itu, Perdana Menteri merupakan koordinator dari kementerian. Antara Presiden-Wakil Presiden dan Perdana Menteri harus ada pembagian peran yang jelas. Sehingga tidak ada tumpang tindih peran yang dilakukan.
“Perdana Menteri itu harus pandai membaca pesan tersirat dan tersurat dari Walayatul Faqih, Direktur, dan Direktur Eksekutif. Ia perlu melakukan perbaikan sistem kegiatan yang ada di Monash Isntitute, ada program tahfidh dan wirausaha,” jelas panelis kedua asal Gunem, Rembang.
Uli Maghfiroh menjelaskan bahwa visi yang dibawa oleh setiap calon Perdana Menteri ini harus selaras dengan visi Monash Institute, yaitu ‘ilmu al-‘ulamaa, amwaalu al-aghniyya, siyaasatu al-muluk wa al-mala.
“Perjuangan itu berat. Jadi, bukan hanya aku, kamu, atau dia saja yang berjuang, tapi kita harus berjuang bersama,” tutur panelis pertama asal Grobogan.
Sebagaimana biasanya, debat kandidat ini berlangsung dengan tanya jawab dari panelis, antar kandidat, dan masyarakat Monash Institute.
M. Sirojul Munir, kandidat nomor urut satu menjelaskan bahwa Perdana Menteri itu harus mampu memetakan tugas-tugas setiap kementerian dengan tepat.
Adapun tawaran yang disoroti oleh Halimah Sa’diyah yaitu, ia ingin mengoptimalkan media sosial  dengan cara mengaktifkan web, diskusi online dan melibatkan remaja di berbagai daerah di Indonesia.  Tentu saja hal ini untuk mengenalkan Monash Institute di dunia luar agar eksis sampai ke seluruh penjuru.
Menurut Afifah Ainun Ni’mah, calon Perdana Menteri nomor tiga, pemimpin itu tidak baperan, tapi harus berperan.
Isnaini Mubarokah, kandidat calon Perdana Menteri nomor empat pun ingin menciptakan atmosfer  Monash Institute yang Qur’ani, sebagaimana tagline Monash Institute, yaitu Excellent with al-Qur’an.
Adapun menurut Aditia Firmansyah, kandidat calon Perdana Menteri nomor urut  lima, pemimpin itu harus adil. Itulah pesan yang disampaikan oleh setiap kandidat pada saat debat.
(Red/ANAF)


Tags

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
5/related/default