Simak! Berikut Track Record Calon Perdana Menteri Monash Institute

Monash Media
0

Berikut calon Perdana Menteri Monash Institute yang mengikuti kontestasi politik kali ini:
1.     M. Sirojul Munir
Disciple asal Kendal ini kuliah di UIN Walisongo jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI). Mahasiswa kelahiran  tahun 2000 ini mengambil jurusan tahfidh di Monash Institute. Adapun jumlah hafalan al-Qur’an yang sudah ia setorkan ke Abah Nasih sebanyak   4 juz, jumlah tulisan yang dimuat sebanyak 6 tulisan, dan IPK yang berhasil ia raih yaitu 3,78.
 Berikut pengalaman organisasi yang pernah ia lalui yaitu, Wakil Menteri Peribadatan dan Pembangunan Karakter Kabinet Lokakarya, Wakil Menteri Kesehatan dan Kebersihan Kabinet Juang,  Menteri Pendidikan Kabinet Militan, dan Ketua Bidang Kewirausahaan dan Pengembangan Profesi (KPP) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK).
Selain itu, jenjang perkaderan di HMI yang sudah ia tempuh yaitu, Latihan Kader (LK) I HMI Komisariat Dakwah dan Persiapan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Syari’ah (FEBI) dan LK II HMI Cabang Tangerang.
Adapun motto hidup yang ia pegang yaitu, semangat membara dalam mencari tahu dan dalam membuntuti rasa penasaran jauh lebih berharga daripada apapun, bahkan emas permata sekalipun. Berikut visi-misi yang ia tawarkan:
Visi:
Terwujudnya pemerintahan yang solid, sinergi, kreatif, inovatif, dan bervisi jauh.
Misi:

1.    Memperkuat koordinasi antar kementerian.
2.    Menjembatani para kementerian untuk merealisasikan proker yang menarik, sehingga dapat meningkatkan gairah belajar dan meningkatkan kualitas disciples.
3.    Selalu berupaya mewujudkan visi-visi yang akan membawa MI menuju peradaban yang Excellent with al-Qur’an.

2.    Halimah Sa’diyah
Disciple kelahiran tahun 2000 ini berasal dari Semarang. Ia merupakan calon Perdana Menteri yang diusung oleh Partai Mawar Keadilan (PMK). Ia mengambil juruan tahfidh dan wirausaha di Monash Institute. Jumlah hafalan al-Qur’an yang sudah ia setorkan ke Abah Nasih ada 8 juz. Selain itu, ia juga memiliki tulisan sejumlah delapan.
Berikut jenjang perkaderan di HMI yang sudah ia tempuh yaitu, LK I HMI Komisariat FITK 2018, LKK Cabang Semarang 2019, Latihan Kader Sensitif Gender (LKSG) Ciputat 2019, LK II Cabang Jakarta Pusat Utara (Jakpustara) 2019.
Adapun pengalaman organisasi yang pernah ia jalani di pemerintahan Monash Institute yaitu, Wakil Menteri Pemuda Aksi dan Olahraga (Kemenpekra) Kabinet Lokakarya, Menteri Ekonomi dan Keuangan (Kemenekkeu) Kabinet Juang, dan Wakil Menteri Kedisiplinan, Hukum, dan Keamanan (Kemendishuk) Kabinet Militan.
Selain itu, ia jua pernah menjadi Ketua Quantum Tahafidh al-Qur’an SMA Takhasus al-Qur’an 2017/2018, Departemen Profesional Fotografi SMATAQ, Ketua Koor IKMATAQ Walisongo, Manager 5%Oriflame Indonesia, Ketua Umum Kohati Komisariat Dakwah Periode 2019/2020.
Sukses bukanlah kebetulan, kawula mung saderma, mobah mosik kersaning hyang sugmo. Itulah motto hidupnya. Ia punya jargon di dalam partainya, bersama membangun cita dengan cinta.
Visi:
Membangun tatanan pemerintahan (inisiator) Monash Institute yang SMARTIV (solid, milenial, aktif, realistis, tanggung jawab dan kreatif) serta memiliki paradigma inklusif demi terwujudnya Disciples MI yang berilmu, berharta dan berkuasa.
Misi:
1. Mewujudkan tata kelola pemerintahan MI yang SMARTIV
2. Mengoptimalkan media sosial untuk meningkatkan citra kualitas MI
3. Membentuk komunitas bina pengusaha guna merealisasikan disciples yang berharta dan berkuasa.
4. Menjalin komunikasi dan koordinasi yang baik dengan Walayatul Faqih, Direktur, Direktur Eksekutif, serta masyarakat MI.

3.    Afifah ‘Ainun Ni’mah
Disciple asal Rembang kelahiran tahun 1999 ini diusung dari Partai Amanat Disciples (PADI). Ia mengambil jurusan tahfidh dan wirausaha di Monash Institute. Berikut jumlah hafalan 10 juz, jumlah tulisan 26 tulisan, dan IPK yang ia raih sejumlah 3,7.
 Berikut pengalaman organisasi yang pernah ia lalui di pemerintaha Monash Institute yaitu, Wakil Menteri Pemuda Aksi dan Olahraga (Kemenpekra) Kabinet Sapu Lidi, Menteri Sarana Prasarana Kabinet Lokakarya, Wakil Menteri Pendidikan II Kabinet Juang, Wakil Menteri Kedisipina, Hukkum, dan Keamanan Kabinet Militan. Selain itu, DKW KPP IPPNU Jateng (Devisi Kaderisasi 2019-2022).
 Selain itu, jenjang perkaderan yang pernah ia tempuh di HMI  yaitu, LK I HMI Komisariat Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) pada Agustus 2018, LKK HMI Cabang Semarang pada Februari 2019, LK II Cabang Malang pada Maret 2019, Senior Course (SC) HMI Cabang Bekasi pada September 2019. Berikut visi-misi yang ia tawarkan:
 Visi:
Mewujudkan pemerintahan MI yang Responsif terhadap perubahan, solutif terhadap permasalahan, dan sinergis dalam mewujudkan gagasan.
Misi:
1.    Cepat dalam menanggapi perubahan-perubahan keadaan.
2.    Menjalin komunikasi yang berkesinambungan dengan semua pihak (Walayatul Faqih, Direktur, Direktur Eksekutif, dan Presiden beserta jajarannya) untuk menemukan solusi yang tepat untuk suatu permasalahan.
3.    Menjalin komunikasi yang harmonis dengan semua kementerian dengan asas kekeluargaan dan profesionalitas.
4.    Berkoordinasi dengan Walayatul Faqih dan Presiden agar dapat menjadi eksekutor gagasan Monash Institute.

 4.    Isnaini Mubarokah
Mahasiswi jurusan Pendidikan Kimia di UIN Walisongo ini mengambil jurusan tahfidh di Monash Institute. Jumlah hafalan yang pernah ia setorkan ke Abah Nasih yaitu 5 juz, IPK yang ia peroleh sebanyak  3, 35. Cintailah takdirmu dan melangkahlah bersamanya, itulah motto hidupnya.
Adapun jenjang perkaderan di HMI yang pernah ia lalui yaitu, LK I HMI Komisariat Tarbiyah 2018 dan LK II HMI Cabang Semarang 2019.  Berikut visi-misi yang ia tawarkan:
Visi:
Membentuk pemerintahan yang  kreatif dan inovatif demi mewujudkan karakter  kepemimpinan bangsa dengan menancapkan bumi Qur'ani di MI.
Misi:
1.    Memola karakter ala Rosulullah SAW.
2.    Mewujudkan bumi MI yang bernuansa Qur'ni.
3.    Mewujudkan kader militan yang mampu berkolaborasi dalam segala bidang.
5.    Aditya Firmansyah
Mahasiswa asal Kuningan ini mengambil jurusan tahfidh di Monash Institute. Hafalan al-Qur’an yang sudah ia setorkan ke Abah Nasih sejumlah 6 juz. Jumlah tulisan yaitu 18 tulisan online, IPK yang ia peroleh terakhir kali yaitu, 3,63. Motto hidup yang ia pegang yaitu, berani berbuat dan berani bertanggungjawab.
Adapun pengalaman organisasi yang pernah ia jalani di pemerintahan Moansh Institute yaitu, ia pernah menjadi Menteri Peribadatan dan Pembangumnan Karakter Kabinet Juang, Menteri Kesehatan dan Kebersihan Kabinet Militan dan Gubernur Omah Tahfidh pada masa periode Kabinet Militan. Selain itu, ia juga menjadi Bendahara Umum (Bendum) HMI Korkom Walisongo Semarang. Berikut Visi-misi yang ia tawarkan:
Visi:
Mewujudkan pemerintahan yang solid, responsif, dan adil.
Misi:
1.    Menyatukan pemikiran dan rasa memiliki sebagai anggota pemerintahan.
2.    Cepat tanggap dalam menghadapi masalah dan menyesuaikan dengan situasi dan kondisi.
3.     Mengatur dan mengontrol kementerian sesuai dengan Fungsi, peran, dan tanggung jawabnya.

(Red/ ANAF)

Tags

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
5/related/default