Pengasuh
Monash Institute atau yang biasa disapa Abah Nasih dalam sambutannya
menyampaikan ucapan selamat datang kepada Bang Akbar yang telah berkenan untuk
berkunjung ke Monash Institute Semarang. Abah Nasih juga memperkenalkan
disciples Monash Institute yang notabenenya juga adalah kader HMI.
Setelah
itu, Bang Akbar menyatakan bahwa kader HMI harus mencintai Indonesia. Karena
HMI selain memiliki komitmen keislaman, juga memiliki komitmen keindonesiaan.
"Jadi
komitmen keislaman kita, juga komitmen keindonesiaan kita, juga dalam rangka
memberikan rahmat bagi rakyat Indonesia, apa pun agama, keturunan dari bangsa
Indonesia itu," kata Akbar.
Dewan
Penasihat Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MN-KAHMI)
yang sempat menjabat sebagai Menteri Perumahan Rakyat, menceritakan
pengalamannya menjadi kader HMI. Menurut Akbar, banyak manfaat dan ilmu yang
bisa diambil dari organisasi HMI. Salah satunya, pemahaman mengenai
kepemimpinan.
"Saya
masuk organisasi HMI sejak tahun 1964. Kemudian saya aktif di komisariat,
Korkom, Cabang hingga PB (Pengurus Besar) HMI," kata Akbar.
Dalam
motivasinya, Bang Akbar menyampaikan perlunya disciples Monash Institute untuk
menempuh pendidikan sampai S3.
“Tapi
jangan lupa, sebagai mahasiswa, kalian juga memiliki tugas yang besar yaitu
menjadi insan akademis,” imbau Akbar.
Bang
Akbar juga menegaskan, agar seluruh anggota HMI memiliki semangat dan motivasi
untuk mencintai bangsa ini, dimulai dari mencintai empat pilar kebangsaan yakni
Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.
“Sehingga
cita-cita untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur dalam ridha Allah
dapat terealisasi di negara ini,” ungkapnya.
Diakhir
acara, Akbar Tandjung meminta untuk menyanyikan Hymne HMI sebagai pertanda
pertemuan kader HMI lintas generasi yang memiliki visi yang sama yakni demi
terwujudnya tujuan HMI. Semua yang hadir diacara silaturahmi itupun begitu
antusias menyanyikan Hymne HMI.

