![]() | ||
| Oleh: Ahmad Sidiq Muafi (Alumnus SMA Negeri 1 Sulang Rembang dan Mahasiswa UIN Walisongo Semarang Fakultas Syari’ah Jurusan Hukum Pidana dan Politik Islam) |
Dalam beberapa dekade belakangan ini
puluhan, ribuan bahkan jutaan orang terobsesi menjadi pemimpin di negeri ini.
Namun, mereka hanya menjadi pemimpin dalam takaran saja, tidak dilengkapi
dengan kapasitas dan integritas tinggi. Semua orang tentu sepakat bahwa
kualitas pemimpin akan mempengaruhi kualitas hidup orang yang dipimpin.
Tegasnya, menjadi pemimpin idealnya adalah mereka yang memiliki kapasitas
memadai. Sebab, selain menjadi panutan, ia juga menjadi problem solving.
Pemimpin yang baik dan jujur,
merupakan suatu hal yang sangat diidamkan oleh semua orang. Karena baik tidaknya
pemimpin, akan menentukan nasib rakyat. Di Indonesia sendiri, masih minim
sekali pemimpin jujur. Hal terbukti dengan adanya kekayaan melimpah ruah tetapi
kondisi masyarakatnya masih banyak yang hidup dibawah garis kemiskinan.
Ada fenomena menarik dalam konteks
keindonesiaan. Sosok pemimpin yang dinilai ideal bagi masyarakat Indonesia
ialah yang mampu membaur dan turun langsung bersama-sama rakyat kecil. Model
pemimpin seperti itu lekat ditubuh Joko Widodo. Sebelum pemilu 2014 berlangsung,
Jokowi mendadak terkenal dikalangan semua orang, karena kepemimpinannya yang
prorakyat. Saat Jokowi masih menjadi gubernur DKI Jakarta, Jokowi selalu
menjadi pusat perhatian masyarakat.
Jokowi bisa mengatasi
permasalahan-permasalahan yang terjadi di Jakarta pada saat itu. Sudah berbagai
macam permasalahan yang beliau atasi. Seperti halnya kemacetan lalu lintas,
banjir dan lain sebagainya. Dan Jokowi telah menjadi pemimpin terbaik nomor 3
di Dunia.
Hal itulah yang membuat Mega Wati tertarik untuk mencalonkan Jokowi sebagai Presiden Indonesia. Mega Wati keras kepala untuk mencalonkan Jokowi untuk menjadi Presiden, walaupun sebenarnya Jokowi belum tertarik untuk menjadi Presiden. Akan tetapi Jokowi akhirnya mau untuk mencalonkan dirinya sebagai Presiden, sebagai tanda penghormatannya kepada Mega Wati.
Hal itulah yang membuat Mega Wati tertarik untuk mencalonkan Jokowi sebagai Presiden Indonesia. Mega Wati keras kepala untuk mencalonkan Jokowi untuk menjadi Presiden, walaupun sebenarnya Jokowi belum tertarik untuk menjadi Presiden. Akan tetapi Jokowi akhirnya mau untuk mencalonkan dirinya sebagai Presiden, sebagai tanda penghormatannya kepada Mega Wati.
Sebelum pemilu berlangsung, pada saat
debat Presiden. Indonesia digemparkan oleh janji-janji manis dari dua kubu
kandidat calon Presiden, dari kubu Prabowo dan Jokowi. Mereka mempunyai visi
dan misi yang berbeda. Prabowo dan Jokowi telah menyampaikan visi-misi dan
janji-janji manisnya pada semua orang. Prabowo ingin memperketat pertahanan
Negara. Sedangkan Jokowi akan menjadikan Negara Indonesia menjadi Negara yang
makmur dan jujur. Banyak orang yang terpincut pada janji-janji Jokowi tersebut.
Karena pada saat Jokowi masih menjadi gubernur DKI Jakarta, banyak orang yang
tahu prestasi Jokowi saat menjadi gubernur.
Setelah penghitungan suara selesai,
Jokowi telah terpilih menjadi Presiden Indonesia 2014-2019. Prabowo kalah hanya
dengan selisih 10% dari kubu Jokowi. Tetapi dari kubu Prabowo masih belum
terima. Karena pada saat penghitungan suara dianggap ada kecurangan. Tetapi KPU
sudah memberi bukti bahwa dalam pemilu tersebut tidak ada kecurangan.
Pada tanggal 20 Oktober 2014, Jokowi telah dilantik menjadi Presiden Indonesia. Beberapa hari setelah dilantiknya Jokowi, Jokowi sudah berani menaikkan harga BBM. Ini yang sangat mengecewakan sekali. Padahal sebelum Jokowi mencalonkan diri, fraksi dari partai PDI-P telah menolak keras kenaikan harga BBM. Akan tetapi, ketika Jokowi telah terpilih menjadi Presiden.
Pada tanggal 20 Oktober 2014, Jokowi telah dilantik menjadi Presiden Indonesia. Beberapa hari setelah dilantiknya Jokowi, Jokowi sudah berani menaikkan harga BBM. Ini yang sangat mengecewakan sekali. Padahal sebelum Jokowi mencalonkan diri, fraksi dari partai PDI-P telah menolak keras kenaikan harga BBM. Akan tetapi, ketika Jokowi telah terpilih menjadi Presiden.
Blunder
Jokowi malah menaikkan harga BBM. Saat
anggota DPR partai PDI-P ditanya, mereka tidak memberikan pernyataan-pernyataan
yang tegas seperti taring PDI-P sebelum Jokowi menjadi Presiden. Hal inilah
yang membuat semua orang menjadi sangat kecewa. Karena pada saat PDI-P menolak
kenaikan harga BBM, pasti dengan alasan yang sangatJokowi tersebut. Karena pada
saat Jokowi masih menjadi gubernur DKI Jakarta, banyak orang yang tahu prestasi
Jokowi saat menjadi gubernur.
Setelah penghitungan suara selesai,
Jokowi telah terpilih menjadi Presiden Indonesia 2014-2019. Prabowo kalah hanya
dengan selisih 10% dari kubu Jokowi. Tetapi dari kubu Prabowo masih belum terima.
Karena pada saat penghitungan suara dianggap ada kecurangan. Tetapi KPU sudah
memberi bukti bahwa dalam pemilu tersebut tidak ada kecurangan.
Pada tanggal 20 Oktober 2014, Jokowi telah dilantik menjadi Presiden Indonesia. Beberapa hari setelah dilantiknya Jokowi, Jokowi sudah berani menaikkan harga BBM. Ini yang sangat mengecewakan sekali. Padahal sebelum Jokowi mencalonkan diri, fraksi dari partai PDI-P telah menolak keras kenaikan harga BBM. Akan tetapi, ketika Jokowi telah terpilih menjadi Presiden.
Pada tanggal 20 Oktober 2014, Jokowi telah dilantik menjadi Presiden Indonesia. Beberapa hari setelah dilantiknya Jokowi, Jokowi sudah berani menaikkan harga BBM. Ini yang sangat mengecewakan sekali. Padahal sebelum Jokowi mencalonkan diri, fraksi dari partai PDI-P telah menolak keras kenaikan harga BBM. Akan tetapi, ketika Jokowi telah terpilih menjadi Presiden.
Blunder
Jokowi malah menaikkan harga BBM. Saat
anggota DPR partai PDI-P ditanya, mereka tidak memberikan pernyataan-pernyataan
yang tegas seperti taring PDI-P sebelum Jokowi menjadi Presiden. Hal inilah
yang membuat semua orang menjadi sangat kecewa. Karena pada saat PDI-P menolak
kenaikan harga BBM, pasti dengan alasan yang sangat kuat. Kalau hanya untuk
alasan politik saja, berarti para anggota DPR menempati kursinya hanya untuk
bersenang-senang saja.
Mungkin maksud dari Jokowi adalah
baik, yaitu untuk menutup hutang Negara Indonesia dan menghemat minyak bumi
supaya tidak cepat habis. Akan tetapi, dimata masyarakat, mereka menganggap
bahwa tindakan Jokowi ini termasuk menindas rakyat kecil. Karena dampak dari
dinaikkannya harga BBM sendiri, akan mempengaruhi harga semua barang di
pasaran. Karena saat memasarkan barang tersebut, semua pasti membutuhkan
transportasi, dan yang pasti transportasi juga menggunakan BBM. Hal inilah yang
membuat masyarakat tidak setuju apabila BBM dinaikkan.
Bahkan terkait hal itu, banyak
masyarakat yang mengeluhkan hal tersebut, karena harga barang di pasaran
menjadi naik semua. Bahkan para mahasiswa dan aktivis banyak yang melakukan
demo. Hal ini dilakukan karena mereka merasa bahwa yang dilakukan Jokowi adalah
suatu penindasan bagi mereka. Bagaimana tidak, karena seorang mahasiswa maupun
aktivis lainnya, pasti membutuhkan berbagai macam barang untuk menghasilkan
sesuatu yang berguna. Apabila harga barang naik, maka akan mempengaruhi
semangat mereka untuk berkarya. Karena mereka tidak mampu untuk membeli barang
tersebut.
Jokowi masih tetap keras kepala untuk
tidak menurunkan harga BBM. Karena menurut Jokowi dengan tetap dinaikkannya
harga BBM, akan mengurangi jumlah minyakbumi yang dikeluarkan. Dan apabila
tidak menaikkan harga BBM, Negara Indonesia pasti akan selalu dibayangi masalah
hutang.
Solusi
Indonesia adalah Negara yang sangat
kaya Sumber Daya Alam. Oleh sebab itu, seharusnya pemerintah membuat alat
transportasi dengan bahan bakar yang lain, selain dari bahan minyak bumi. Supaya
bisa memanfaatkan kekayaan Sumber Daya Alam Negara Indonesia. Dan terkait
masalah untuk menutup hutang Negara Indonesia, tidak hanya dengan cara
menaikkan harga BBM. Pasti ada cara lain yang lebih baik dan tidak merugikan
banyak pihak. Seperti membuat produk yang kwalitasnya berkelas dan memumpuni di
pasar Internasional. Itu pasti bisa mendapat keuntungan yang lumayan besar. Dan
keuntungan tersebut bisa untuk mengurangi hutang Negara.
Walaupun begitu, sebagian masyarakat
yang semula menjunjung tinggi Jokowi, sekarang telah menjadi sangat kecewa
dengan kebijakan yang telah dibuatnya saat ini. Karena kebijakan yang baru saja
dilakukan oleh Jokowi adalah sangat merugikan masyarakat. Dan semoga kedepannya
Jokowi tidak lagi mengambil keputusan yang akan mengecewakan masyarakat lagi.
Wallahu a’lam bi al-showab.

