Memancasilakan Indonesia

Monash Media
1

Oleh: Farhana Putri Lestari*

Satu Oktober sudah terlewatkan, itu berarti genap sudah 70 tahun kesaktian pancasila. Namun, pada realitanya pancasila sekarang seakan-akan hanya menjadi sebuah pajangan yang semua orang mengenalnya tapi tak mengerti atau sengaja melupakan untuk apa pancasila itu ada. Lebih jauhnya bahkan ada yang berniat meninggalkan dasar negara ini dan menggantinya. Hal inilah yang sebenarnya mengancam bagi kelanjutan dan persatuan NKRI. Karena sudah jelas dasar negara ini adalah pancasila, maka apabila dasar itu tidak kuat kemudian bagaimana dengan NKRI kedepan.
Memang benar akan adanya ancaman terhadap kelanjutan dan persatuan NKRI, jika melihat realita yang terjadi sekarang. Nilai-nilai pancasila tidak dijalankan dengan baik, bahkan banyak sekali penyelewengan terhadap nilai-nilai pancasila itu sendiri. Sebut saja penyelewengan terhadap sila ke-5 “Keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia”  ataupun sila ke-2 “ Kemanusiaan yang adil dan beradab’’ dimana pada sila-sila tersebut keadilan dan peri kemanusiaan sangat diutamakan. Keadilan tanpa membedakan agama, suku, jenis kelamin, kedudukan sosial,  warna kulit dan sebagainya. Namun, pada kenyataanya hal ini berbanding terbalik dengan realita yang ada. Penegakan hukum di Indonesia dirasa masih jauh dari keadilan. Masyarakat Indonesia yang dulu maasyarakat beradab sekarang berubah menjadi maasyarakat biadab.
Sudah bukan hal yang baru tentunya, bahwa penyelewangan nilai-nilai pancasila sekarang sudah menjalar di berbagai lapisan, baik itu lapisan rakyat kelas bawah sampai pejabat dan pemegang kekuasan tertinggi di negeri ini. Sebagai contoh penyelewengan nilai-nilai pancasila di kalangan pejabat yaitu adanya penyalahgunaan kekuasaan baik untuk kepentingan pribadi ataupun golongan. Hal ini sangat bertentangan dengan apa yang dimaksud dari sila ke-4 pancasila “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan” di mana prinsip penyelenggaraan pemerintahan adalah dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Bukan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk pribadi atau golongan pemegang kekuasaan ataupun elit politik.
Selain dari kalangan elit politik, dari kalangan rakyat juga sering kali terjadi hal-hal yang tidak sejalan dengan nilai-nilai ideologi bangsa ini. Kasus pembunuhan, penganiyaan, dan bentrok antar masyarakat kerap muncul di beberpa penjuru negeri ini. Kasus mafia Lumajang misalnya, kasus tersebut baru kemarin terjadi, tepatnya pada tanggal 26 September 2015. Si kancil atau Namri Salim merupakan seorang petani yang  mengalami penganiyaan hingga menyebabkan kematian. Hanya karena menolak pertambangan ilegal yang terjadi di Lumajang Salim Kancil di aniaya secara ramai-ramai, ia di pukuli  puluhan orang, distrum listrik, dan  digergaji lehernya hingga akhirnya salim kancil terbunuh secar mengenaskan.
Inilah potret kecil fenomena yang terjadi di Indonesia, manusia sudah tak mengindahkan peraturan dan nilai-nilai kemanusian, boleh jadi nyawa seseorang menjadi tidak lebih berharga dari barang tambang di negeri yang kaya ini. Persatuan dan kepentingan bersama menjadi soal belakangan, sedangkan keuntungan material atau sesuatu yang bersifat duniawi adalah tujuan utama.
Melihat kondisi demikian maka sudah saatnya Indonesia mengambil tindakan untuk membumikan pancasila dan mewujudkannya secara nyata dalam kehidupan sehari-hari. Dan yang perlu dicatat adalah pancasila bukan hanya sekadar dihafalkan dan dilafalkan saat upacara bendera, tanpa memperhatikan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Melainkan juga butuh pengenalan serta penanaman nilai-nilai pancasila sejak dini. Sehingga dengan itu  dapat menjamin bahwa nilai-nilai pancasila memang sudah mendarah daging dan mempertahankan eksitensi pancasila sebagai ideologi negeri ini.

Pancasila Sebagai Ideologi Bangsa

            Jika sekelompok orang bernegara maka harus ada persamaan cara pandang dan berfikir pada negara tersebut, mereka harus mau meletakan ego yang membelenggu pada diri mereka sehingga terbentuk aturan main ataupun dasar ideologi yang mengarahkan mereka kepada sebuah kehidupan yang sejahtera, adil dan makmur. Sebagaimana agama Islam yang menjadikan al-Qur’an dan Hadits dengan tujuan agar kehidupan umatnya lebih terarah, maka sama halnya Indonesia yang menjadikan pancasila sebagai ideologi bangsa ini.
            Pancasila sebagai ideologi bangsa dapat diartikan bahwa pancasila merupakan sebuah konsep yang dijadikan sebagai tuntunan atau dasar untuk mencapai tujuan bangsa dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Tujuan bangsa Indonesia yang dimaksud adalah tujuan yang sebagaiamana tertera dalam pembukaan UUD 1945, yaitu diantaranya melindungi segenap warga negara indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan abadi dan keadilan sosial.
           Untuk mewujudkan tujan tersebut tentunya banyak aspek yang harus dilakukan dan menjadi PR bagi bangsa ini. Salah satunya yaitu menjadikan pancasila sebagai ideologi bangsa dan segera mungkin melakukan usaha yang nyata untuk kembali memancasilakan Indonesia dengan selalu memperhatikan bahwa Agama tetap menjadi yang utama, baik dalam kehidupan dunia ataupun kehidupan akhirat.
            Usaha yang nyata tersebut dapat dimulai dari penanaman dan pengamalan nilai-nilai pancasila sejak dini, sehingga dapat menjamin bahwa semua sila dalam pancasila telah diwujudkan secara nyata dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Tidak hanya pajangan dan teks yang hanya dihafalkan oleh anak-anak SD tanpa mengemperhatikan tujuan dan nilai-nilai yang ada sebagaimana tertera dalam butir-butir pancasila. Wallahu a’lam bi al-Shawab.  (*)


* Mahasiswa Jurusan Bahasa Arab Fakultas Tarbiyah UIN Walisongo Semarang, Aktivis Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) Semarang


Posting Komentar

1 Komentar

  1. saya PAK SLEMET posisi sekarang di malaysia
    bekerja sebagai BURU BANGUNAN gaji tidak seberapa
    setiap gajian selalu mengirimkan orang tua
    sebenarnya pengen pulang tapi gak punya uang
    sempat saya putus asah dan secara kebetulan
    saya buka FB ada seseorng berkomentar
    tentang AKI NAWE katanya perna di bantu
    melalui jalan togel saya coba2 menghubungi
    karna di malaysia ada pemasangan
    jadi saya memberanikan diri karna sudah bingun
    saya minta angka sama AKI NAWE
    angka yang di berikan 6D TOTO tembus 100%
    terima kasih banyak AKI
    kemarin saya bingun syukur sekarang sudah senang
    rencana bulan depan mau pulang untuk buka usaha
    bagi penggemar togel ingin merasakan kemenangan
    terutama yang punya masalah hutang lama belum lunas
    jangan putus asah HUBUNGI AKI NAWE 085-218-379-259
    tak ada salahnya anda coba
    karna prediksi AKI tidak perna meleset
    saya jamin AKI NAWE tidak akan mengecewakan



















    saya PAK SLEMET posisi sekarang di malaysia
    bekerja sebagai BURU BANGUNAN gaji tidak seberapa
    setiap gajian selalu mengirimkan orang tua
    sebenarnya pengen pulang tapi gak punya uang
    sempat saya putus asah dan secara kebetulan
    saya buka FB ada seseorng berkomentar
    tentang AKI NAWE katanya perna di bantu
    melalui jalan togel saya coba2 menghubungi
    karna di malaysia ada pemasangan
    jadi saya memberanikan diri karna sudah bingun
    saya minta angka sama AKI NAWE
    angka yang di berikan 6D TOTO tembus 100%
    terima kasih banyak AKI
    kemarin saya bingun syukur sekarang sudah senang
    rencana bulan depan mau pulang untuk buka usaha
    bagi penggemar togel ingin merasakan kemenangan
    terutama yang punya masalah hutang lama belum lunas
    jangan putus asah HUBUNGI AKI NAWE 085-218-379-259
    tak ada salahnya anda coba
    karna prediksi AKI tidak perna meleset
    saya jamin AKI NAWE tidak akan mengecewakan

    BalasHapus
Posting Komentar
5/related/default